5 Tips Finansial Ini Gak Akan Pernah Ketinggalan Zaman

Bilang segala sesuatu yang sifatnya jadul alias zaman dulu itu basi dan gak bisa digunakan lagi? Masih ada kok hal-hal baik dari zaman dulu yang bermanfaat dan bisa diterapkan di era modern ini.

Salah satunya tentu saja tips-tips keuangan klasik. Ada beberapa di antaranya yang masih relevan banget untuk membantumu mengelola keuangan.

Makanya jangan skeptis dulu. Simak nih tips keuangan klasik yang bisa kamu petik dari generasi terdahulu:

1. Menabung sejak dini

Jangan pernah meremehkan menabung. Sekecil apa pun, bakal bisa jadi penyelamat saat gak terduga. Ingat kisah seseorang yang rajin nabung uang recehan selama bertahun-tahun hingga akhirnya sanggup membeli sebuah mobil?

5 tips finansial
Ayo nak nabung terus ya, biar bisa beli kapal hehehe (menabung sejak dini / elevenia)

Kelihatan sepele dan remeh, tapi terbukti bisa berdampak besar saat dilakukan dengan konsisten, dan disertai komitmen. Nah, nilai ini yang dipegang sama orang-orang zaman dahulu. Buat mereka, menabung itu sudah jadi kewajiban. Setiap ada rezeki lebih, pasti ditabung.

Zaman dahulu yang namanya bank bahkan bisa dihitung pake jari, gak seperti sekarang. Mereka rajin menyimpan uang setiap memperoleh rezeki dengan menggunakan fasilitas seadanya. Mulai dari celengan, dan bahkan di bawah kasur.

2. Beli lebih baik daripada sewa

Tahu kan kalau menyewa itu sifatnya sama dengan meminjam. Sudah mengeluarkan uang, eh gak bisa dimiliki dan harus dikembalikan ke pemilik yang menyewakan.

Rugi dong, uang keluar dan kita gak punya apa-apa dengan jumlah uang yang sudah dikeluarkan tersebut. Gak heran kalau orangtua zaman dulu lebih suka membeli daripada menyewa.

Itulah mengapa rata-rata orang tua itu memiliki rumah sendiri. Mereka lebih memilih mengeluarkan uang konsisten hingga 20 tahun sampai rumah jadi hak milik daripada ngontrak atau menyewa.

Ini pun masih berlaku di zaman sekarang. Daripada ngontrak rumah terus, mendingan nyicil rumah sedikit demi sedikit sampai akhirnya menjadi milik sendiri.

3. Investasi emas

5 tips finansial
Siapa sih yang gak mengakui kemilaunya emas? (investasi emas / primaradio)

Namanya juga orang kelahiran zaman dahulu, lebih suka dan percaya sama hal-hal yang pasti dan berbentuk fisik. Itu kenapa emas populer banget di kalangan orang tua..

Buat beberapa orang, menggunakan perhiasan atau aksesori dengan elemen emas itu merupakan tanda bukti kesejahteraan finansial.  

Semakin banyak perhiasan atau aksesori emas yang digunakan, derajat sosialnya bakal makin naik. Ini prinsip yang dipegang sama orang-orang tua kita zaman dahulu. Gak disangkal sampai sekarang masih banyak loh yang meneladaninya.

Selain itu, emas juga jadi favorit untuk urusan investasi. Investasi emas bikin hati tenang karena cenderung aman, bisa disimpan sendiri, dan harganya bisa naik terus. Hasil bumi yang satu ini emang gak ada matinya.

4. Kalau punya uang, lebih baik beli tanah

Pasti beberapa orangtua kita sering memberi nasihat untuk membeli tanah saat punya uang lebih. Coba deh lihat juga tetangga atau di lingkungan sekitar, pasti ada bapak-bapak juragan kost atau kontrakan.

Nah, ini nih, orang-orang yang zaman mudanya sudah punya visi jadi juragan tanah dengan beli tanah sana-sini.

Kenapa orang-orang zaman dulu lebih memilih membeli tanah saat punya uang? Alasannya karena menurut mereka penduduk bumi pasti bertambah, sementara lahan gak pernah bertambah.

Otomatis permintaan akan lahan bakal lebih besar daripada supply-nya. Iya kan? Hukum ekonomi saja menyatakan, saat permintaan alias demand lebih besar dari ketersediaan, pasti harga akan naik.

5 tips finansial
Bayangin deh kalau punya tanah luas, bisa buat lapangan bola ya hehehe (beli tanah / tanahkosong)

Pemahaman akan prinsip ekonomi itulah yang bikin keputusan berinvestasi di tanah gak akan pernah rugi. Lagipula, jika hanya tanah yang dibeli, gak perlu ada biaya perawatan seperti jika membeli bangunan. Paling kena pajak progresif, yang bisa kamu akalin dengan menyewakan tanahmu untuk tempat bisnis.

5. Buang gengsi

Prinsip orang zaman dulu adalah menabung, hidup sederhana, dan gak  mudah tergoda membeli sesuatu cuma karena gengsi. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, itu prinsipnya. Kalau emang belum ada duit, keinginan bisa ditahan.

Orang-orang zaman dulu tuh gak gengsi walau kanan-kiri punya harta atau materi terbaru. Mereka gak akan memaksakan apa yang berada di luar kemampuan finansialnya. Beda sama zaman sekarang.

Tetangga beli TV baru, ikutan. Sampai tetangga beli mobil, dipaksain kredit walau sebenarnya beban pengeluaran sudah banyak. Demi apa? Ya demi gengsi tadi. Ujung-ujungnya utang pun numpuk dan pusing karena sulit melunasi. Jangan sampai ya!

Ternyata banyak kan hal-hal bermanfaat di masa lalu yang masih bisa bermanfaat hingga sekarang. Kalau demi hidup yang lebih teratur dan masa depan keuangan yang lebih baik, kenapa gak?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Tips Kasih Pendidikan Keuangan Buat Anak Generasi Milenial]

[Baca: 2017 Masih Aja Boros Coba Atur Keuangan Kamu dengan 4 Cara Ini]

[Baca: Tips Bertahan Hidup di Tanggal Tua]