5 Pertimbangan Ini Bakal Bikin Kamu Berpikir Ulang untuk Menjadi Seorang Solopreneur

Beberapa tahun terakhir ini kata solopreneur kayaknya jadi hip banget. Kata itu dipakai untuk menggambarkan seseorang yang menjalankan bisnis pribadi sendirian.

Kesannya memang seru karena semua keputusan ada di tangan. Gak perlu rapat perusahaan dan gak perlu debat sama partner atau anak buah.

Hmm, tapi tunggu dulu. Gak selamanya juga menjadi seorang solopreneur itu menyenangkan. Justru tantangannya semakin berat.

Gak percaya? Coba liat dulu daftar pertimbangan di bawah ini. Baru deh kamu bisa menjawab ‘udah siap menjadi  seorang solopreneur?’

[Baca: Pengin Jadi Entrepreneur di Usia Kepala 2? Coba Intip 10 Tips Ini Deh]

1. Sudah Siap dengan Semua Tantangan?

Karena semua ada di tanganmu. Kamu juga harus siap membuat rencana bisnis, strategi penjualan, inovasi produk sampai menanggung semua risiko keputusan.

Tantangan ini gak cuma berada di awal bisnis, tapi juga seterusnya. Perjalanan sebuah bisnis memang gak bakal selalu mulus. Ada kalanya kamu harus menelan pil pahit. Jadi apakah kamu sudah siap dengan tantangan?

Menjadi Seorang Solopreneur
Menjadi solopreneur berarti kamu harus siap menghadapi segudang tantangan

2. Dua Kepala Lebih Bagus Daripada Satu

Ada kata-kata bijak yang bilang ‘dua kepala lebih bagus daripada satu’. Maksudnya, dengan seorang partner, kadang kita bisa melihat gambaran besar dari sebuah bisnis.

Partner bisa memberikan solusi alternatif kala kita sendiri mentok. Kita juga bisa bertukar ide dan pandangan dengan partner.

Kadang partner itu berperan kayak soulmate. Mencari yang cocok tentu gak bisa dibilang mudah. Kenapa gak mulai dulu dari pasangan, keluarga atau teman dekat?

[Baca: Sebelum Memulai Bisnis Siapkan Bisnis Plan Dulu, Berikut 5 Alasannya]

3. Bakal Lebih Mudah Jika Dikerjakan Bersama

Gak cuma jadi otak bisnis. Kamu juga bakal jadi otot bisnis. Kalau semua-semua dikerjakan sendiri,  bisa-bisa malah tepar.

Ingat, bangsa Indonesia itu adalah bangsa gotong royong. Alangkah lebih baik jika semua dikerjakan bersama-sama. Gak ada salahnya menyewa atau mengajak seseorang untuk membantu operasional bisnis.

menjadi seorang solopreneur
Ketumpuk duit sih gak masalah hehe, tapi kalau ketumpuk pekerjaan yang gak ada habisnya mau?

4. Jadi workaholic

Menjadi seorang workaholic memang masih kontroversial. Ada yang bilang bagus, ada juga yang mengecamnya. Yang terpenting sih tetap keseimbangan. Maksudnya, kerja keras boleh tapi jangan sampai lupa piknik.

Kurang piknik itu gak bagus lho. Bikin syaraf tegang dan fisik kecapekan. Nah, sesuai sama poin 3 tadi, kalau semua dikerjakan bersama-sama, otomatis kamu bakal punya waktu buat memanjakan dirimu sendiri.

5. Siap Merugi

Merugi itu sebuah keniscayaan. Gak ada perusahaan yang memiliki grafik penjualan yang selalu naik. Ada kalanya grafik tersebut harus terjun bebas. Kalau gak siap jatuh, berarti hilangkan keinginan jadi solopreneur.

So, jadi pengusaha jangan cuma ngimpiin yang enak-enak saja. Bukan berarti kamu bisa seenaknya bekerja. Justru kamu harus bekerja lebih keras dua kali lipat.

[Baca: Ini Alasan Kenapa Susah Jadi Pengusaha Muda di Indonesia]

 

Image credit:

  • http://www.entrepreneurshiplife.com/wp-content/uploads/2015/09/entrepreneurship-2.jpg
  • http://www.kennedypearce.com/wp-content/uploads/2015/07/workaholic.jpg