5 Komentar Nyinyir Tetangga yang Sering Bikin Pekerja Kreatif Dongkol

“Eh Denis, mau ke mana? Gak ke kantor?” tanya Mpok Endah, tetangga sebelah rumah Denis.

“Lah ini mau ke kantor, Mpok. Kenapa?” Denis balik bertanya sambil mengernyitkan dahi.

“Walah, kantor apaan boleh pakai celana pendek gitu? Kayak mau main, bukannya kerja!” sahut Mpok Endah heran.

Buat kita-kita yang kerja di industri kreatif, mungkin sudah kebal dengar komentar-komentar sekitar yang kayak gini. Namanya juga industri kreatif, aturannya pasti fleksibel dan gak sekaku perusahaan korporat ya.

Nah, buat yang baru aja bergelut di industri kreatif, siapin mental deh buat denger pertanyaan atau komentar nyinyir tetangga kayak Mpok Endah. Berikut ini 5 di antaranya:

1. “Ke kantor kok bajunya kayak mau main”

Saat ke sekolah, murid-murid pasti punya seragam tertentu. Begitu juga halnya bagi para pekerja kantoran, idealnya menggunakan baju yang semi formal, seperti kemeja dan celana bahan.

bikin pekerja kreatif dongkol
ya kita kan kerja sambil main (pekerja di kantor Tokopedia/Tokopedia)

Tapi seiring dengan perkembangan zaman, cara berpakaian kayak begini sudah bukan lagi jadi kewajiban. Bagi industri kreatif terutama, yang paling dibutuhkan adalah kreativitas dan hasil kerja nyata yang bisa bikin perusahaan maju.

Jadi, bagi pekerja industri kreatif, gak ada kebijakan yang mengatur soal berpakaian. Bahkan jangan heran pakaian kerja gak beda jauh sama pakaian kalau lagi hangout di mall, cukup kaos santai dan celana pendek.

Bagi yang kurang paham tentang hal ini, gak heran kalau bakal bertanya-tanya. Jadi jangan emosi dulu ya.

2. “Berangkatnya kok siang banget?”

Industri kreatif juga gak punya aturan jam kerja yang kaku seperti pekerja kantoran. Bisa aja mereka mulai kerja jam 12 siang. Tapi jangan salah, jam kerja mereka bisa sampai larut malam, bahkan kadang sampai pagi.

Pekerja industri kreatif pastinya yang paling utama adalah selalu kreatif. Tuntutan kreativitas kadang baru bisa muncul di jam-jam tertentu, dan biasanya sih menjelang malam di saat banyak orang kantoran sudah menuju rumah. Karena malam hari suasananya lebih tenang dan bikin otak jadi bekerja lebih fokus.

Demi memuaskan tuntutan klien, para pekerja industri kreatif bisa bekerja hingga larut malam atau dini hari lho. Itulah kenapa mereka juga berangkat kerja lebih siang.

Perusahaan industri kreatif juga biasanya memberi keleluasaan soal jam kerja seperti ini selama deadline pekerjaan bisa terpenuhi.

3. “Kok gak ke kantor? Meliburkan diri ya?”

Kebijakan lain yang sering mengundang komentar miring dari para tetangga adalah saat pekerja industri kreatif butuh waktu bekerja di rumah atau di cafe. Memang kelihatannya ada di rumah, tapi status sih tetap duduk di depan laptop mengerjakan tugas dan tanggung jawab.

bikin pekerja kreatif dongkol
Bisa kerja di mana saja alias remote working (kerja di cafe/Salon)

Hari gini, semua serba digital. Jadi bagi perusahaan kreatif, berada di rumah atau cafe itu gak masalah, asal tetap bisa menunaikan tanggung jawab. Malahan beberapa perusahaan justru memberikan jatah atau kuota kepada karyawannya untuk bekerja di luar kantor lho.

Nah, bagi orang awam, lagi-lagi ini merupakan pemandangan aneh, apalagi kalau sering. Ya yang ada di pikiran mereka, bekerja itu adalah berpakaian rapi dan berangkat pagi lalu pulang di malam hari.

4. “Pulangnya malam terus ya. Kerja apa sih?”

Balik lagi ke soal jam kerja para pekerja industri kreatif yang berbeda dari orang kantoran pada umumnya. Gak jarang pekerjaan baru bisa diselesaikan hingga larut malam.

Atau mungkin ada tuntutan pekerjaan yang lain, seperti acara networking yang sering diadakan seusai jam kerja normal dan bisa berlangsung hingga tengah malam.

Jadi jangan heran kalau ada komentar miring dari tetangga kayak gini. Cuek aja, yang penting pekerjaan yang kamu lakukan halal dan menghasilkan uang, kan?

5. “Belum pernah dengar. Perusahaan apa tuh?”

bikin pekerja kreatif dongkol
Apa kamu tahu tempat ini? (toko/Div.bg)

Buat tetangga yang kepo alias pengin tahu terus, pasti sering kan nanya, “Kerja di mana?” Nah, kalau kamu kerja di industri kreatif, apalagi startup, pasti banyak yang belum tahu tuh. Alhasil, keluar deh komentar di atas.

Beda kalau kamu kerja di BUMN, kementerian, atau perusahaan swasta besar. Pasti langsung dikenal deh.

Gak usah berkecil hati dan jadi minder. Perusahaan kreatif emang gak sepopuler perusahaan lain yang bergerak di industri yang “serius”. Jadi wajar kalau banyak orang yang gak tahu nama perusahaanmu. Terkadang djelasin juga mereka gak paham kok.

Kira-kira 5 kalimat nyinyir di atas adalah yang paling sering didengar oleh para pekerja kreatif. Emang kadang bikin dongkol sih, tapi gak usah diambil pusing. Jangan juga bikin kamu emosi dan malah berantem sama tetangga ya.

Orang-orang industri kreatif memang punya gaya kerja yang berbeda dengan pekerja kantoran. Tapi keduanya sama-sama bisa berprestasi dan punya karier cemerlang. So, don’t worry be happy! Ingat kata pepatah “Anjing menggonggong, kafilah berlalu”.

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Pastikan Kamu Punya 6 Hal Penting Ini Sebelum Bekerja Secara Remote]

[Baca: Jangan Takut Gak Sukses Walau Punya Sifat Penyendiri dan Kurang Gaul]

[Baca: Jadi Pekerja Smart Bukan Semata Kerja Keras Tanpa Hasil]