5 Keunggulan Reksadana Syariah yang Harus Kamu Tahu

Instrumen investasi berlabel syariah saat ini gak cuma emas dan tanah aja, ada juga yang namanya reksadana syariah. Semua tentang ini udah diatur di fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Reksadana adalah produk investasi berupa kumpulan aset (portofolio) yang dikelola oleh manajer investasi. Aset reksadana itu sendiri mulai dari saham, obligasi, surat berharga, hingga deposito. Jika labelnya syariah, maka aset atau efek yang diinvestasikan berbeda dengan reksadana konvensional. Selain itu, akad pembelian reksadananya juga beda.

Kalau di reksadana syariah, investasimu gak bakal ditempatkan di saham-saham yang berkaitan dengan jual-beli rokok, minuman keras, dan sejenisnya. Atau dengan kata lain, gak melanggar prinsip syariah itu sendiri. Manajer Investasi juga cuma mengelola reksadana yang terdaftar di Daftar Efek Syariah (DES).

Sementara akad investasi di reksadana syariah terbagi tiga, yaitu bakal kerja sama (musyarokah), sewa-menyewa (ijarah), dan bagi hasil (mudharabah).

Belum banyak yang tahu nih soal reksadana syariah, termasuk apakah ini instrumen investasi yang menguntungkan apa gak. Ya kalau soal menguntungkan apa gak itu sih lebih ke investornya ya. Apa lihai apa gak. Tapi yang jelas, ada beberapa keunggulan dari instrumen investasi ini dibanding yang lain. Apa aja? Yuk disimak.

[Baca: Catet! Ini 5 Reksadana Saham Syariah Terbaik dalam 5 Tahun Terakhir]

1. Bisa investasi sekaligus beramal

reksadana syariah
Syariah pun untungnya gede kok (Kompas)

Fitur utama yang ada di reksadana syariah tapi gak ada di reksadana konvensional adalah fitur cleansing, atau proses pembersihan reksadana dari pendapatan yang gak sesuai dengan prinsip syariah. Nantinya pendapatan itu bakal dimanfaatkan buat tujuan amal.

Apa aja pendapatan yang dimaksud? Pertama adalah dana yang mengendap di bank kustodian, yang diakibatkan karena manajer investasi terlambat menginvestasikan dana tersebut.

Sampai saat ini, belum ada bank kustodian reksadana yang berasal dari bank syariah. Dana yang mengendap tentunya bakal dapat bunga dari bank, oleh karena itu dana ini bakal di-cleansing dan digunakan buat tujuan amal.

Jadi sambil berinvestasi, investor bisa sekaligus beramal. Praktis banget, bukan?

2. Risiko reksadana syariah lebih rendah

Kok bisa risikonya lebih rendah? Soalnya, setiap perusahaan yang pengin sahamnya masuk ke dalam DES, cuma boleh punya total utang yang lebih kecil ketimbang aset.

Dengan total utang yang kecil, maka besar kemungkinan perusahaan tersebut cukup sehat, dan sahamnya bakal menghasilkan return yang baik. Itulah sebabnya reksadana ini berfokus pada saham sektor properti, infrastruktur, komoditas, manufaktur, dan perdagangan yang emang cukup menjanjikan.

Perputaran laba perusahaan-perusahaan di atas emang cenderung stabil. Risiko gagal bayar utangnya juga kecil.

Atau selain saham, mereka juga bakal memusatkan investasimu ke sukuk. Udah tahu kan apa itu sukuk? Sukuk adalah surat utang yang sesuai dengan prinsip Islam. Atau bisa disebut juga dengan obligasi syariah.

[Baca: 15 Produk Investasi Reksadana Pendapatan Tetap di Bawah Rp 100 Ribu]

3. Murah dan likuid seperti reksadana pada umumnya

reksadana syariah
Gampang dijual gampang juga dapat untungnya (Kompas)

Yang namanya reksadana, terlepas dari syariah atau konvensional, tetaplah bisa dimulai dengan modal awal rendah, yaitu Rp 100 ribu aja. Selain itu, produk investasi ini juga bersifat likuid alias bisa dicairkan kapan aja.

Jelas banget, reksadana ini bisa jadi pilihan investasi alternatif selain emas, deposito, atau tanah bagi kamu yang baru mau coba-coba.   

4. Pasti aman

Bagi kamu yang menjadi nasabah produk perbankan syariah, investasi ini merupakan produk yang aman. Reksadana syariah gak cuma diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tapi juga Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Gak perlu ragu dengan kehalalan investasi ini, karena DPS turun tangan langsung membantu manajer investasi buat mengawasi, memberi arahan, mempertimbangkan pengelolaan dana sosial, hingga mengembangkan produk reksadana syariah.

Pengawasnya banyak. Dijamin halal deh.

5. Terbuka buat semua orang

reksadana syariah
Meski labelnya syariah, siapapun boleh investasi di sini (Kompas)

Bukan berarti karena berlabel syariah, investasi ini diperuntukan bagi Muslim aja. Investasi ini bisa dijadikan pilihan buat semua orang kok.

Bila calon investor udah paham dengan risiko dan return-nya, silakan aja buat membuka akun dan membeli salah satu produk reksadana ini. Reksadana syariah juga ada dalam bentuk pasar uang, pendapatan tetap, campuran, hingga saham.

[Baca: Ini 10 Reksadana Pendapatan Tetap Terbaik Selama 2017]

Itulah lima keunggulan reksadana syariah yang wajib kamu ketahui. Jadi, kalau emang suatu saat kamu melihat ada reksadana tipe syariah yang return-nya besar dan menjanjikan, gak usah ragu lagi deh buat membelinya.

Keuntungan yang kamu dapat di kemudian hari dari reksadana syariah juga sama-sama besar kok. Kalau kinerjanya bagus, kamu juga bisa jadikan ini sebagai investasi jangka panjang.