5 Kesalahan Terbanyak Soal Asuransi All Risk

“Jangan beli asuransi mobil dengan premi yang mahal tapi manfaatnya enggak sebanding sama yang dibutuhkan.” Begitu isi komen Aldi di aplikasi Path menimpali status kebimbangan Rekso saat berniat mengasuransikan mobilnya dengan asuransi All Risk.

 

Aldi paham betul Rekso lagi menimbang-nimbang beli produk asuransi untuk melindungi risiko mobil tanpa bokong, Ford Fiesta, yang baru beberapa hari menghuni garasinya. Maka itu, cowok yang bertitel manager sebuah hotel di kawasan elit Selatan Jakarta ini ingin membantu koleganya itu.

 

Dia tak ingin Rekso salah pilih atau malah over confidence dalam membeli asuransi. Aldi ingin berbagi informasi seputar kesalahan yang biasa dilakukan orang dalam memilih perlindungan risiko terhadap kendaraannya.

 

Kesalahan itu antara lain:

 

  1. Preminya mahal tapi tak sebanding dengan manfaatnya atau tak sesuai yang dibutuhkan
  2. Bisa saja manfaatnya pas tapi premi yang dibayarkan lebih mahal dibanding perusahaan asuransi lain.
  3. Terlalu banyak mengambil manfaat, padahal belum tentu manfaat itu dibutuhkan sehingga uang yang dikeluarkan jadi sia-sia.
  4. Sudah beli produk salah, eh manfaatnya sama sekali tak dibutuhkan
  5. Menyamakan asuransi sebagai produk investasi di mana berharap ketika tidak ada klaim, uangnya bisa balik.

Di samping itu, Aldi ingin pula meluruskan anggapan sebagian orang yang sudah punya asuransi all risk. Banyak orang yang menganggap asuransi all risk itu menyelesaikan semua masalah atas kejadian yang menimpa terhadap kendaraan dan orangnya.

 

Apa saja kesalahan penilaian orang terhadap asuransi all risk

 

Asuransi all risk bisa jadi nilai tambah saat menjual kendaraan

Jelas saja tidak. Asuransi itu tak bisa dipindahtangankan bila mobil itu tercatat ada polis asuransinya. Jika mobil itu dijual, maka polis asuransinya batal dengan sendirinya.

 

Lebih baik melapor ke perusahaan asuransi untuk membatalkan polis. Bahkan bisa saja menegosiasikan refund premi jika selama mobil itu diasuransikan belum pernah mengajukan klaim.

 

Punya produk asuransi all risk lebih dari satu biar bisa dobel klaim

Ini jelas buang-buang uang. Meski punya dua asuransi, tapi tak akan bisa klaim terhadap objek pertanggungan yang sama.

 

Premi asuransi mobil bekas lebih murah dari mobil baru

Perlu diluruskan di sini, rate premi mobil bekas dan mobil baru bisa disebut tidak ada bedanya. Asuransi jarang menetapkan rate premi asuransi berdasarkan status objek pertanggung itu mobil baru atau bekas. Perusahaan asuransi menetapkan rate harga pasar berdasarkan situasi dan kondisi yang berlaku terkini.

 

Asuransi all risk juga meng-cover aksesori aftermarket

Ini tergantung. Jika dalam polis asuransi tak disebutkan aksesori tersebut, maka dengan sendirinya tidak masuk jaminan. Sebaliknya, aksesori di mobil bisa masuk cover jika sebelumnya melapor terlebih dulu mengenai ubahan atau modifikasi terhadap mobil.

 

Jaminan hukum pada pihak ketiga otomatis masuk asuransi all risk

Jaminan hukum terhadap pihak ketiga tak secara otomatis masuk asuransi all risk. Jika pemegang polis ingin mendapat hal-hal tersebut, maka harus mengajukan jaminan perluasan polis. Nah, biasanya kesalahan pemegang polis adalah menganggap asuransi all risk secara otomatis menanggung kerugian terhadap pihak ketiga.
Setelah tahu kesalahan orang dalam menilai asuransi all risk, Aldi berharap Rekso bisa mengambil hikmahnya. Setidaknya informasi ini bisa menambah pengetahuan tentang seluk beluk polis asuransi all risk. Bukan hanya untuk Rekso, tapi Anda juga.