5 Kebijakan Pemerintah yang Bikin Kita Girang tapi Bikin Bisnis Loyo

Kamu pasti ingat banget sama kebijakan pemerintah paling anyar yang menambah cuti bersama Lebaran agar lalu lintas lancar, kan? Keputusan tersebut tentu bikin sumringah kita para karyawan. Gimana gak, tahun ini, ditotal-total hari libur Lebaran hampir dua minggu, lho!

Di satu sisi emang menyenangkan. Tapi ternyata ada yang rugi akibat kebijakan pemerintah tersebut.

Gak cuma itu aja sih, seenggaknya ada lima kebijakan dari pemerintah yang menyenangkan buat kita tapi kurang untung buat pengusaha. Nah, kalau kamu punya bisnis, pasti ngerasain hal ini nih.

1. Cuti Lebaran yang panjang banget

Kebijakan pemerintah
Asyik, bisa bebas! (pexels)

Sebagaimana tadi udah disinggung, cuti Lebaran tahun ini tuh panjang banget. Bahkan, cuti bersama terlama sepanjang sejarah.

Bayangkan total cuti bersama ditambah dengan tanggal merah Idul Fitri adalah dari tanggal 11 sampai 20 Juni. Hampir dua minggu, lho! Belum lagi kalau ada yang perpanjang cutinya.

Buat kita yang karyawan sih enak, karena tetap dapat gaji penuh. Namun, para pengusaha harus rela bayar karyawannya full dengan masa kerja yang cuma setengah bulan.

2. Libur nasional saat Pilkada serentak

Pilkada serentak tempo hari, yaitu tanggal 27 Juni ditetapkan sebagai hari libur. Yey! Libur lagi dong.

Buat para karyawan tentu ini jadi udara segar. Namun, buat pengusaha yang baru aja meliburkan karyawannya saat Lebaran tentu makin merengut.

Beberapa pengusaha mengeluhkan sosialisasi dari pemerintah sebaiknya dari jauh-jauh hari. Selain itu, ada juga yang merasa sebaiknya karyawan yang selesai menyoblos kembali bekerja.

3. Impor daging sapi dari berbagai negara

kebijakan pemerintah indonesia
Impor sapi (pixabay)

Impor daging sapi emang kasih keuntungan berupa melimpahnya pasokan buat masyarakat. Selain itu, harga jual daging sapi di dalam negeri pun bakal stabil. Akan tetapi, kebijakan ini bisa menekan para peternak dan pengusaha daging sapi dalam skala kecil.

Apalagi di tahun ini, kebijakan tersebut dilakukan jelang Ramadan. Padahal para pengusaha dan peternak kecil tersebut menggantungkan target penjualannya saat momen jelang Lebaran.

4. Impor sapi indukan

Impor sapi indukan juga jadi bumerang buat para pelaku usaha penggemukan sapi atau feedloter. Mereka harus keluar dana lagi buat lakukan pengembangbiakan sapi induk tersebut.

Padahal, dana yang dibutuhkan buat bangun infrastruktur dan lahan buat penggemukan sapi ini lumayan besar lho. Buat orang awam ini terlihat mudah, namun buat para pengusaha ternyata cukup sulit karena beda sama pengembangbiakan sapi biasanya.

Buat kita sih tentu enak karena stok daging sapi jadi banyak dengan ragam jenis pula.

5. Larangan impor tembakau

 

macam macam kebijakan pemerintah
Produksi tembakau kita ternyata masih masih kurang, lho (pixabay)

Kebijakan ini sempat dikumandangkan tahun 2017 lalu. Alasannya adalah produksi dalam negeri yang ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Buat kebijakan satu ini, dua-duanya bisa merugikan masyarakat maupun pengusaha. Sekretaris Jendral Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) sendiri berujar bahwa pemerintah harus lebih hati-hati merumuskan kebijakan ini. Dengan begitu, kebijakan tersebut gak menghambat jalannya produksi.

Nah, sekarang udah tahu kan beberapa kebijakan pemerintah yang ternyata rugikan pengusaha. Buat kita sih oke oke, aja namun ternyata para pengusaha cukup meradang. Apa kamu termasuk salah satunya?