5 Jenis Investasi yang Pas dengan Bujet Rp 1 Juta Aja

Punya duit nganggur Rp 1 juta dari gaji bulanan, tapi bingung jenis investasi apa yang pas dan menjanjikan buat kamu? Tenang aja, DuitPintar bakal ngasih bocoran soal urusan yang satu ini.

Kalau dipikir-pikir, modal Rp 1 juta per bulan untuk investasi bisa dibilang gak kecil. Mengapa demikian? Karena dengan Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu saja, kamu sebenarnya udah bisa melakukan investasi.

Ingat lho, apapun bentuk investasinya, prinsipnya tetap sama, yaitu high risk high return alias untung makin besar tapi risiko juga tambah besar. Jadi pilih investasi yang emang paling sesuai dengan karakter kamu ya.

Baiklah, tanpa berlama-lama lagi, berikut adalah lima investasi yang bisa kamu jalankan dengan bujet Rp 1 juta aja. Mari disimak ulasan lengkapnya.

1. Reksadana pasar uang

jenis investasi
Yang teraman sudah pasti reksdana pasar uang (kompas)

Reksadana pasar uang adalah reksadana dengan profil risiko investasi terendah untuk produk reksadana. Tapi, keuntungannya pun bisa dibilang lebih rendah ketimbang reksadana lain.

Reksadana ini memusatkan investasinya di deposito dan surat-surat berharga yang jatuh temponya di bawah setahun. Investasi ini bisa kamu mulai dengan bujet Rp 50 ribuan, tergantung reksadana milik manajer investasi mana yang kamu beli.

Pada akhir 2017 lalu, salah satu reksadana pasar uang yang bernama Insight Money dinyatakan sebagai reksadana pasar uang dengan kinerja terbaik versi Bareksa. Dalam satu tahun, mereka bisa menghasilkan return sebesar 7,42 persen.

Tetap lebih gede daripada deposito kan? Lebih kecil juga modal awalnya untuk berinvestasi di sini.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

jenis investasi
Mau yang untungnya lebih gede? Reksadana pendapatan tetap (Kompas)

Reksadana yang satu ini bisa dibilang risikonya juga gak terlalu besar, namun tingkatnya masih di atas pasar uang. Otomatis, return-nya juga lebih besar.

Fokus investasinya ada pada obligasi milik pemerintah dan swasta. Sementara itu, sisanya akan dialihkan ke instrumen pasar uang.

Di akhir 2017, Bareksa mencatat bahwa reksadana Prospera Obligasi Plus menduduki peringkat pertama sebagai reksadana pendapatan tetap dengan kinerja terbaik. Return-nya bisa mencapai 14,83 persen setahun. Minimum investasinya cuma Rp 250 ribu aja.

Dengan bujet Rp 1 juta, tentunya jenis investasi ini lumayan nguntungin dong buat kamu. Kenapa gak dicoba saja.

3. Reksadana campuran

jenis investasi
Mau yang lebih gede lagi? Reksadana campuran boleh lah (Kontan)

Reksadana campuran ini adalah reksadana yang investasinya terbagi ke dalam beberapa sektor. Porsi terbesarnya ada di saham dan obligasi, serta sebagian kecilnya ada di instrumen pasar uang juga.

Risikonya jelas agak lebih besar ketimbang pasar uang dan pendapatan tetap, terutama jika bursa saham lagi jelek. Meski demikian, jika peristiwa itu terjadi, maka manajer investasi bakal mengarahkan investasinya ke sektor obligasi.

Tapi ngomongin soal return-nya nih, pasti bikin kamu sumringah. Nilainya bisa di atas 20 persen per tahun! Minimal investasinya juga bisa dimulai di angka Rp 100 ribu.

[Baca: Mau Investasi Reksadana Campuran? Ini 10 Produk Terbaik di 2017]

4. Emas

jenis investasi
Mau yang jangka panjang?Pilih emas (Viva)

Emas memang menjadi instrumen investasi yang risikonya kecil, dan return-nya pun bisa dibilang kecil juga. Adapun jangka waktu balik modalnya juga bisa terbilang cukup lama, karena hal itu berkaitan dengan harga emas dunia.

Pada Jumat 15 Maret 2018, harga emas Antam dikabarkan ada dikisaran Rp 611 ribuan per  gram. Apakah akan tetap naik? Ya, tapi naiknya pun gak bisa diprediksi kapan. Dan terkadang ada turunnya juga.

Tahun lalu, lebih tepatnya pada 1 Februari 2017 harga emas Antam ada di angka Rp 583 ribuan per gram. Terlihat kan, ada kenaikan yang terjadi pada harga emas dalam satu tahun tapi gak seberapa.

Tertarik berinvestasi dengan membeli emas? Pertimbangkan dulu dengan matang. Intinya beli saat harganya turun, dan beli emasnya di Antam atau Pegadaian saja. Sekarang sudah banyak penipuan yang berkedok investasi emas lho.

5. P2P Lending

jenis investasi
Mau yang kekinian dan gak mainstream? Cobain P2P Lending (merdeka)

Investor jaman old kadang masih ogah untuk cari tahu soal investasi yang satu ini. Sejatinya, investasi ini digagas oleh perusahaan-perusahaan startup financial technology alias fintech di Indonesia.

P2P adalah singkatan dari peer-to-peer, dan bisa diartikan sebagai platform digital yang mempertemukan pihak peminjam uang dengan pemberi pinjaman yang mengharapkan return kompetitif. Nah bicara soal return nih, berapa ya return investasi P2P lending ini?

Return-nya balik lagi sama kebijakan perusahaan P2P lending tersebut. Ada yang menjanjikan 18 persen per tahun, ada yang 17,5 persen, ada juga yang 12 persen. Minimum investasinya juga beragam. Ada yang Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, dan sebagainya. Biar untungnya lebih terasa, kamu bisa deh masukkin Rp 1 juta sebagai modal awal.

Jika kamu tertarik berinvestasi di sektor ini, pilihlah startup fintech penyedia jasa P2P yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangan sampai salah pilih ya, nanti kamu sendiri yang rugi.

Itulah lima jenis investasi yang pas dan cukup menguntungkan bila dilakukan dengan bujet Rp 1 juta. Kira-kira kamu tertarik sama yang mana nih?

Ingat lho, investasi itu beda sama nabung. Ada risiko kamu menanggung rugi di sini. Jadi pilihlah produk investasi yang sesuai dengan preferensi dan kemampuan kamu. Dan yang paling penting, pahami dulu cara kerja produk investasi yang kamu pilih daripada menyesal di kemudian hari.