5 Inspirasi Bisnis dari Supermarket TipTop yang Tampil Islami

Supermarket TipTop bisa dibilang sebagai salah satu inspirasi bisnis yang layak kamu tiru. Bukan cuma karena konsep Islami yang diusung tetapi lebih ke keberanian supermarket ini buat jadi “spesial”. Tentu spesial dong, TipTop berani buat tampil beda dibandingkan supermarket lainnya.

Didirikan oleh Rusman Maamoer sejak 1985 kala itu sebagai swalayan, TipTop yang kini jadi supermarket udah melewati beragam percobaan. Siapa sangka dulu pendirinya adalah pedagang kelapa gerobakan dan memulai usaha TipTop ini dengan usaha dagang biasa.

Sering belanja ke TipTop karena harganya yang terkenal lebih murah daripada ritel lainnya? Yuk, simak kisahnya di sini dan beberapa pelajaran bisnis yang bisa kamu petik dari TipTop.

Perjalanan Supermarket TipTop dari Masa ke Masa

Awalnya, pendiri supermarket TipTop Rusman Maamoer, berjualan menjajakan kelapa secara gerobakan. Kemudian, usaha tersebut sempat berhenti karena Rusman harus menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Setelahnya, Rusman pun sempat melanglang buana buat mencari ilmu di Eropa. Bekal tersebutlah sekaligus didikan sang ayahlah yang akhirnya membuatnya terjun ke dunia dagang.

Keputusan Rusman pada saat itu setelah jatuh bangun membangun beragam usaha adalah mendirikan swalayan.

Kala itu bahkan Rusman memilih sendiri produk seperti bawang maupun sayur-mayur lainnya sendiri. Dia pun memastikan produk daging yang dia jual memiliki kualitas dan dipotong sesuai syariat Islam.

Rusman Maamoer punya kepercayaan yang kuat pada ajaran Islam. Hal inilah yang jadi dasarnya dalam membangun supermarket TipTop. Hal tersebut terbukti berhasil karena pada dasarnya sebagian besar masyarakat Indonesia adalah Muslim. Idealismenya tersebut ternyata membawa kesuksesan buat TipTop dan bisa bersaing dengan ritel lainnya yang punya pendanaan besar.

Namun, bukan berarti perjalanan bisnis supermarket TipTop mulus-mulus aja. Cerita jatuh-bangun ritel ini pas banget buat jadi inspirasi bisnis kamu.

Di tahun 1991, TipTop yang kala itu masih berstatus swalayan di daerah Rawamangun Jakarta dilahap api. Namun, sungguh beruntung banget Pemerintah Daerah malah yang menawarkan Rusman buat bangun bisnis itu kembali. Rusman pun dapat bantuan buat bangun usaha tersebut.

Meski demikian, swalayan tersebut masih tetap harus mengalami masalah. Rusman terlilit utang sebesar Rp 2 miliar. Selama setahun lebih, Rusman harus jor-joran putar otak buat membayarnya yang kemudian berbuah manis. Utang tersebut lunas dan Rusman bisa lebih lega mengelola bisnisnya.

Kini, total ada tujuh cabang supermarket TipTop yang tersebar di daerah Jabodetabek. Supermarket tersebut punya beberapa keunikan yang bikin masyarakat memilih supermarket lokal tersebut sebagai tempat belanja. Apa aja itu?

Inspirasi Bisnis dari Supermarket TipTop yang Berani Tampil Beda

1. Berani mengambil pangsa pasar spesifik

Mengusung konsep Islami, supermarket TipTop patut dapat acungan jempol karena berani mengambil pangsa pasar spesifik.

Bukan tanpa alasan juga tentunya, 70 persen masyarakat Indonesia beragam Muslim. Otomatis, TipTop tentu berbeda dari ritel lainnya yang bikin masyarakat langsung melirik ritel ini.

Mengambil pasar yang spesifik ini pun tentunya kasih keuntungan lainnya. Masyarakat yang non-Muslim pun pasti merasa gak masalah buat belanja di sini. Jadi, supermarket ini dapat dua pangsa pasar sekaligus deh.

2. Konsisten dengan konsep yang diambil

Gak cuma berlabel Islami aja, TipTop pun konsisten dengan pilihannya tersebut. Bahkan, gak tanggung-tanggung!

Seratus persen karyawan wanita di supermarket ini berhijab. Kemudian, bila waktu sholat tiba maka bakal ada pengingat yang bisa didengar oleh karyawan maupun pelanggan.

Yang layak dapat acungan jempol lagi adalah konsistensi supermarket TipTop buat menyajikan produk halal. Kamu gak bakal menemukan barang haram menurut Islam, seperti minuman keras maupun produk babi di sini.

Memangkas keuntungan? Tentu aja. Namun hal ini pulalah yang bikin supermarket ini makin mudah dikenal dan laku buat kalangan masyarakat Muslim.

3. Sediakan fasilitas nyaman buat pelanggan

Supermarket ini gak cuma mengusung konsep Islam dengan beberapa kaidahnya yang diikuti tetapi juga berupaya kasih fasilitas nyaman.

Gimanapun fasilitas biasanya tetap diperhatikan oleh para pelanggan. Nah, manajemen TipTop gak melupakan hal tersebut.

Terbukti, di berbagai cabang TipTop tersedia fasilitas toilet yang bersih. Kemudian, pelanggan pun bisa menemukan tempat sholat yang layak. Hal ini tentu berbeda dengan kebanyakan ritel yang gak mengutamakan tempat sholat khusus di areal supermarketnya.

4. Harga lebih murah dengan kualitas terjamin

Harga lebih murah yang ditawarkan TipTop gak terlepas dari kaidah Islam yang mereka usung. TipTop berkomitmen buat mengambil keuntungan cuma 2 persen sampai 3 persen.

Hal inilah yang bikin supermarket ini terkenal murah dibandingkan ritel lainnya. Tentu harga murah tersebut jadi salah satu alasan pelanggan gemar buat belanja bulanan di sini. Bahkan, bukan cuma masyarkat Muslim.

Meski untung lebih kecil daripada ritel lainnya, namun supermarket lokal ini punya banyak pelanggan. Tentu keuntungannya jadi sebanding dong dengan ritel lainnya.

5. Gak menyerah saat musibah datang

Yang pasti, melihat dari sejarah berdirinya supermarket TipTop, satu hal yang perlu kamu camkan adalah jangan menyerah.

Meski sempat dilanda musibah plus terlilit utang pula, pendirinya gak menyerah gitu aja. Rusman berani memulai dari awal kembali karena yakin dengan prospek bisnis ini.

Dari kelima poin di atas, kamu sekarang bisa ambil beberapa pelajaran bisnisnya kan ya?

Berani jadi spesifik gak ada salahnya karena kamu bisa dapat pangsa pasar yang ternyata jadi jauh lebih luas. Kemudian, bisnis kamu pun cenderung lebih mudah dikenali oleh masyarakat karena bisa tampil beda.

Yang pasti, jangan lupa konsistensi terhadap pilihan konsep yang udah kamu ambil. Sebaiknya jangan setengah-setengah seperti halnya yang dilakukan oleh supermarket TipTop.

Terbukti kini, dari yang awalnya berdiri sebagai minimarket, kemudian jadi swalayan, TipTop udah jadi “raksasa” yang berasal dari lokal.

Sukses buat TipTop!