5 Hal yang di Luar Logika Mahalnya tapi Dijual di Indonesia

Indonesia sebagai negara yang masih kuat adat-istiadatnya, kadang punya sesuatu yang dinilai kurang relevan dengan zaman modern. Hal-hal yang berbau mistis masih kuat dipercayai walau oleh sebagian masyarakat dinilai tak masuk akal.

 

Hal yang di luar logika ini mendapat tempat tersendiri di Indonesia. Misalnya suatu benda yang dihargai sangat tinggi hanya karena dianggap punya daya magis. Ada pula benda yang mahalnya bukan main tapi harus ada dalam suatu pelaksanaan tradisi.

 

Sebagai contoh, inilah 5 yang hal di luar logika mahalnya tapi dijual di Indonesia:

 

1. Kerbau

kerbau
Kerbau yang pernah dibawa demo di Istana Negara dulu mungkin sekarang harganya juga mahal kali, ya. Jarang-jarang kerbau ikut demo.

 

Buat mayarakat Toraja, kerbau adalah bagian tak terpisahkan dari tradisi. Sejumlah upacara adat suku Toraja menggunakan kerbau sebagai kurban atau persembahan.Yang paling mencolok adalah upacara pemakaman Rambu Solo.

 

Di Toraja, ada kerbau yang dinamai Saleko. Ciri-cirinya punya tanduk kuning, lingkaran putih di bola mata, dan bulu hitam-putih dengan corak menarik. Kerbau langka ini bisa dihargai hingga Rp 1 miliar per ekor!

 

Masyarakat Toraja melihat kerbau yang dikurbankan dalam suatu upacara adat sebagai penanda status sosial. Semakin mahal kerbau yang dikurbankan, semakin tinggi status sosial keluarga yang menggelar upacara itu.

 

2. Akik

akik
Koleksi akik ah, siapa tahu ntar ada yang nawar Rp 1 miliar. Bisa buat modal kawin.

 

Tren akik yang pernah meledak pada 1980-an kembali meledak pada 2010-an. Harga batu akik yang sebelumnya ramah di kantong menjadi melonjak tinggi karena tren ini.

 

Di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, bahkan ada batu akik yang dibanderol seharga Rp 18 miliar! Pemiliknya berani memasang harga segitu karena batu itu punya motif naga yang tak ada duanya.

 

Sementara itu, di Bengkulu seorang kolektor akik menawarkan batu bermotif pemandangan miliknya dengan harga Rp 2 miliar! Alasannya, motif batu itu indah. Bahkan bongkahan batu akik 20 ton yang ditemukan di Aceh menjadi rebutan warga sampai harus dijaga polisi lantaran nilainya diperkirakan mencapai Rp 30 miliar! Ckckckck

 

Memang, batu akik bisa dijadikan investasi. Tapi kalau dijual sampai miliaran rupiah sepertinya agak di luar logika. Soalnya batu akik gak tergolong batu mulia premium. Mungkin yang dijual sampai miliaran punya daya magis atau khasiat menyembuhkan. [Baca: Demam Baru Akik Apa Bisa Menguntungkan?]

 

3. Jemani

jemani
Heran ya, tanaman gak ada kembangnya gini kok harganya bisa jutaan. Jangan-jangan nanti pohon cabe ngetren juga.

 

Jemani adalah nama populer tanaman hias Anthurium. Pada 2005-an, tanaman daun ini harganya gila-gilaan. Satu batang jemani kobra setinggi 60 sentimeter bisa laku terjual dengan harga puluhan juta rupiah.

 

Saat itu berkembang pandangan di masyarakat bahwa tanaman jemani membawa keberuntungan. Semakin besar tanamannya, tentu semakin besar hokinya. Selain itu, orang yang punya jemani berukuran besar dan banyak akan dianggap sebagai orang elite.

 

Tapi sekarang jemani seperti gak ada nilainya. Orang sudah gak tertarik mengoleksinya karena tren sudah hilang. Walhasil, mereka yang sudah telanjur beli jemani dengan harga tinggi kini terpaksa gigit jari.

 

4. Ayam Cemani

ayam cemani
Ayam cemani  horor banget penampakannya, kayak itu yang ada di cermin, coba lihat ke cermin.

 

Ayam Cemani adalah sebutan buat ayam berwarna hitam legam yang berkembang di wilayah Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Ayam asli Indonesia berpenampakan horor ini dikembangkan sebagai sarana ritual masyarakat Jawa zaman dulu.

 

Kini, ayam ini dipelihara sebagai koleksi, walau ada juga yang masih melaksanakan ritual dengan ayam Cemani. Ayam ini berwarna hitam seluruhnya, sampai ke daging-dagingnya. Harga satu ekor Cemani bisa mencapai puluhan juta rupiah.

 

5. Keris

keris
Menurut survei terkini, keris yang paling mahal ada di Jakarta. Namanya “Keris-dayanti”. Wkwkwk

 

Buat orang Jawa, keris punya peran penting dalam tradisi. Dulu keris digunakan sebagai alat bela diri para pria Jawa. Sekarang, upacara adat Jawa selalu menggunakan keris sebagai sarana, meski hanya diselipkan di kostum.

 

Keris yang dinilai sebagai pusaka harganya selangit, sampai puluhan juta rupiah. Apalagi jika pembuatnya disebut-sebut sebagai keturunan empu atau ahli keris pada zaman kerajaan. Di Dusun Banyusumurup, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Bantul, tinggal seorang keturunan empu Majapahit yang kerisnya pernah laku terjual Rp 70 juta!

 

Percaya gak percaya, keris dianggap sebagai benda sakti yang memiliki kekuatan magis alias ada “penghuninya”. Kepercayaan kepada keris ini menghabiskan uang bukan hanya saat membelinya, tapi juga saat merawatnya. Bahkan ada juga orang Indonesia yang tinggal di luar negeri yang gak ragu bayar pajak untuk nyimpen keris di sana terus bolak-balik ke Indonesia cuma buat “merawat” kerisnya.

 

 

Hal yang di luar logika tapi punya tempat di hati masih bisa diterima di kalangan masyarakat. Apalagi buat orang Indonesia yang masih kental tradisinya. Tak peduli betapa mahalnya benda itu, jika sudah dipercaya mendatangkan sesuatu yang bermanfaat, pasti dibeli meski ada risiko tertipu karena menyimpang dari logika. [Baca: 7 Modus Penipuan di Jalanan yang Mungkin Enggak Kamu Ketahui]

 

 

 

Image credit :

  • http://images.detik.com/customthumb/2014/08/19/1384/160613_kerbau7.jpg?w=600
  • http://assets.kompasiana.com/statics/files/1428926101894339234.jpg
  • http://202.67.224.132/pfimage/23/251523_cobra.jpg
  • http://lh4.ggpht.com/-hQc0W_G1J8U/U_ySIHJz4EI/AAAAAAAA1vE/ovmfL03GX-I/ayam-cemani-1%25255B6%25255D.jpg?imgmax=800
  • http://fc07.deviantart.net/fs71/i/2013/031/1/3/keris_pusaka_02_by_widjana-d5tewfx.jpg