5 Hal Soal Keuangan yang Patut Ditanyakan ke Pasangan Sebelum Menikah

Artikel Ini dipersembahkan oleh Mitra Perencana Keuangan

Kami Finansialku.com

Sebelum menikah tentu setiap pasangan selalu sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Namun ternyata ada satu hal yang sering luput dari perhatian: soal keuangan!

Entah tabu atau tidak, bicara soal keuangan memang belum terlalu umum. Padahal keterbukaan soal keuangan terutama bagi pasangan adalah hal yang wajib kalau gak mau berantakan.

Nah, ada baiknya buat kamu yang mau menikah, tanyakan 5 hal soal keuangan ini ke pasangan. Supaya masa depan tidak suram.

1. Sumber Pemasukan

Hal pertama yang harus Anda ketahui dari pasanganmu adalah sumber pemasukan, jumlahnya dan kapan diterimanya. Zaman dahulu seorang perempuan hanya menanyakan berapa gaji bulanan calon suaminya. Tidak ada salahnya lho untuk menanyakan penghasilan calon pasangan.

2. Model Pengeluaran

Selain itu pemasukan, kamu juga perlu tahu bagaimana cara pasangan menggunakan uangnya. Penghasilan besar belum tentu sejahtera lho. Dan inilah kesalahan sebagian besar banyak perempuan zaman dahulu, yang hanya bertanya berapa jumlah pemasukannya. Tahu-tahu setelah menikah, baru menyadari ada pengeluaran rutin yang cukup besar untuk membeli aksesoris motor, perlengkapan fotografi, aksesoris mobil dan lain sebagainya.

Begitupula jika kamu seorang pria, juga perlu tahu bagaimana cara calon pasangan menggunakan uang. Bukannya pelit atau tidak mau modal, cuma kamu perlu tahu cara calon partner Anda mengelola keuangan. Kedepannya pasangan adalah partner utama dalam mengurus keuangan keluarga.

mengatur keuangan setelah menikah
Keterbukaan itu kunci kesuksesan pernikahan. Setuju? (tabungan/vemale)

3. Aset

Kamu kudu mengetahui aset yang dimiliki oleh pasangan, bagaimana cara mereka mendapatkannya dan kapan mereka mendapatkannya. Sebelum berbicara lebih lanjut, apakah Anda tahu apa yang dimaksud dengan aset? Salah seorang penasehat keuangan (financial adviser) di Amerika bernama Robert T. Kiyosaki mengatakan aset adalah segala sesuatu yang dapat menghasilkan pemasukan atau mendatangkan uang ke rekening Anda.

Sekali lagi, jadi aset bukan melihat barangnya apa. Aset yang dimaksud apakah barang tersebut dapat mendatangkan pemasukan ke rekening. Contoh:

  • Rumah tinggal bukanlah aset, tetapi rumah yang dikontrakkan adalah aset.
  • Mobil pribadi bukanlah aset, tetapi mobil yang disewakan adalah aset.
  • Website bisa jadi aset, jika menghasilkan pemasukan bulanan ke rekening.

4. Utang

Utang gak cuma dalam bentuk uang yang dipinjam dari bank, tetangga, keluarga atau teman. Rumah yang ditempati dari hasil KPR juga tergolong utang. Kendaraan yang dibeli secara kredit juga tergolong utang.

Terbukalah soal utang-utang ini. Tidak perlu gengsi, yang penting keuangan selalu lancar.

5. Rencana Keuangan

Di poin terakhir kamu perlu menanyakan bagaimana rencana keuangan ke depan. Kalau mau jadi pimpinan selalu ditanya apa visi misi, nah sekarang kamu perlu tahu ekspetasi pasangan terhadap keuangan keluarga di masa depan.

sumber modal usaha

Jika jawabannya : saya belum tahu, saya tidak ada gambaran, ya sudah ngalir saja, kamu perlu hati-hati. Pasanganmu tidak tahu apa yang harus dilakukan ke depannya, padahal setelah menikah ada banyak tujuan-tujuan keuangan yang perlu diwujudkan: mencicil rumah, menyiapkan persalinan, menyiapkan biaya pendidikan anak dan lain sebagainya.

Jadi gimana? Jangan cuma terlena soal pesta pernikahan atau pernak-perniknya. Di depan sudah menanti segambreng tantangan lho. Sudah siap?

 

Yang terkait artikel ini:

Punya Banyak Utang tapi Gaya, Apakah Kamu Salah Satunya?

15 Kebiasaan Mengatur Keuangan Pribadi yang Bisa Bikin Masa Depan Cerah

Menikah Bisa Bikin Lebih Makmur, Asal Kamu Lakukan 9 Cara Mengelola Keuangan Pasangan ini