5 Fakta Soal Pejabat Kemenkeu, Tersangka Kasus Suap APBN

Belum juga pertengahan tahun, eh udah muncul kasus korupsi terbaru yang ramai diberitakan di media. Kasus itu melibatkan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo, dan jelas saja bikin bu Sri Mulyani marah.

“Saya berharap kalau dia merupakan sel dari suatu sistem, seluruh sistem yang terkena dan orang-orang yang terlibat akan bisa segera ditindak,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 7 Mei 2018, seperti dikutip Tempo.

Gimana gak marah ya, tindakan itu jelas mencederai reformasi Kemenkeu yang diinisiasi bu Sri Mulyani. Dan Yaya Purnomo pun langsung dipecat oleh Kemenkeu.

Jadi, Yaya disinyalir menerima uang senilai US$ 100 juta yang diganti dalam bentuk setoran berbentuk logam mulia. Uang ini didapatkannya dari kontraktor bernama Ahmad Ghiasti dengan tujuan agar dua proyek di Kabupaten Sumedang masuk ke anggaran perubahan 2018. Selain Yaya, ada juga anggota Komisi XI DPR RI yang ditangkap, yaitu Amin Santono.

Bicara soal Yaya Purnomo, dia ternyata punya kekayaan lebih dari Rp 1 miliar lho. Tapi heran aja sih kalau lihat jabatannya dia itu apa. Biar gak penasaran, berikut fakta tentang Yaya Purnomo.

1. Pejabat Eselon IV di Kemenkeu bergaji kurang lebih Rp 13 juta

kasus suap
Barang bukti yang disita KPK atas kasus suap Yaya Purnomo (Tribunnews)

Kasus korupsi terbaru ini emang cukup heboh, karena tersangkanya punya harta Rp 1 miliar, padahal dia “cuma” pejabat eselon IV di Kemenkeu. Jabatan Yaya adalah Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Ditjen Perimbangan Keuangan.

[Baca: PNS VS Pegawai Swasta, Mana yang Lebih Bikin Sejahtera Ya?]

Jika Eselon IV, maka gaji pokok Yaya ada di golongan IIId. Mari kita lihat Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2015. Di undang-undang tersebut disebutkan bahwa untuk golongan IIId, gaji tertingginya adalah Rp 4.568.800.

Sementara itu tunjangan seorang eselon IV dalam Perpres Nomor 156 tahun 2014, ada di kelas jabatan 14 hingga 16. Sebut saja Yaya dikategorikan di kelas jabatan 16, maka tunjangannya adalah Rp 8.458.000.

Kalau ditotal:

Rp 4.568.800 + Rp 8.458.000 = Rp 13.026.800.

Kurang lebih segini deh take home-nya. Tapi belum sama uang rapat dan sebagainya ya.

2. Total kekayaannya naik terus sampai Rp 1 miliar!

Menurut pemberitaan Kompas tentang kasus suap ini, Yaya sudah tiga kali membuat laporan kekayaan.

Pada 2011, dia memiliki total kekayaan sebesar Rp 364 juta dan utang kartu kredit Rp 11 juta. Sementara itu di tahun 2014 ternyata dia makin tajir. Kekayaannya sudah ada di angka Rp 833,5 juta tapi utangnya yang Rp 11 juta masih ada tuh. Dan di tahun 2016, baru deh total kekayaannya mencapai Rp 1,025 miliar.

Gimana dengan utangnya? Ya masih ada juga yang Rp 11 juta. Gak ada informasi lebih lanjut tentang utang kredit Yaya. Kenapa bisa selalu ada di besaran Rp 11 juta.

3. Aset-asetnya berupa properti, kendaraan, dan investasi logam mulia

kasus suap
Wajah Yaya Purnomo ditutupi sapu tangan ketika tertangkap kamera (Detik)

Pertama kali kekayaan itu dilaporkan, Yaya hanya memiliki tanah 122 meter x 68 meter di Bekasi. Namun pada 2014 tanah itu sudah makin luas jadi 120 x 210 meter persegi. Dan pada 2016 sudah jadi 200 x 250 meter persegi. Apakah dia aktif dalam investasi tanah kavling? Gak tahu juga sih.

[Baca: Mau Investasi Properti, Lebih Untung Beli Rumah atau Apartemen Ya?]

Sementara itu untuk kendaraan bermotornya, dia punya Honda CR-V 2010, Honda City 2007, Honda Supra XX 2013, dan Kawasaki Ninja 2010. Nyaris Honda semua tuh, tapi buat Moge alias motor gede ternyata pilihan Yaya jatuh ke Kawasaki.

Lantas gimana dengan logam mulia yang dimiliki Yaya? Ternyata di tahun 2010, dia mulai berinvestasi di logam mulia nih. Dia juga dapat tambahan dana, punya giro.

4. Lho ternyata dia punya Jeep Rubicon!

Tepat pada 7 Mei 2018, Detik memberitakan bahwa Jeep Rubicon milik Yaya telah disita KPK. Kok bisa tahu-tahu dikabarkan punya Rubicon ya?

Sekedar informasi saja nih, Jeep Rubicon itu harganya saja sudah Rp 1 miliaran. Bahkan yang bekas tahun 2013 saja masih Rp 800 juta. Kok bisa Yaya yang bergaji Rp 13 jutaan itu nekat beli? Sedangkan total kekayaannya aja cuma Rp 1 miliaran? Masa iya nekat kredit mobil tujuh tahun?

5. Dia ditangkap beserta emas 1,9 kilogram dan duit Rp 1,8 miliar

kasus suap
Emasnya banyak banget ya (Tempo)

Dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di apartemennya, Yaya tertangkap dengan asetnya berupa 1,9 kilogram emas dan uang Rp 1,8 miliar. Selain itu, ada juga uang dalam pecahan asing berjumlah SG$ 63 ribu dan US$ 12.500. Gila banyak banget.

Coba deh, seandainya harga emas dibanderol Rp 656 ribu, maka emas yang ada di apartemen Yaya nilainya sudah Rp 1,2 miliar. Waduh bos, itu tentunya bakal jadi investasi jangka panjang yang paling ngejanjiin lho. Coba disimpan selama puluhan tahun, kebayang deh berapa nilainya.

[Baca:Ini Lho 5 Keuntungan Investasi Emas Batangan, Yuk Dicoba]

Itulah lima fakta Yaya Purnomo yang saat ini masuk ke dalam kasus suap terbaru di Indonesia. Bob Sadino pernah bilang, bergayalah sesuai kantongmu.

Nah apakah wajar jika orang dengan take home pay Rp 13 jutaan punya Honda CR-V dan Rubicon? Kamu tentu sudah tahu jawabannya kan.