5 Cara Mengatur Keuangan Buat Pekerja Kantoran Biar Makmur di 2018

Udah sering baca artikel soal cara mengatur keuangan tapi masih sering bokek? Gaji bulanan tetap saja cuma numpang lewat gak tahu ke mana? Bisa jadi, tips yang kamu dengar gak aplikatif atau kamu yang gak disiplin menerapkannya.

Kalau gak disiplin, mau sampai kapan pun tetap saja kamu bakal jauh dari kemakmuran. Walaupun gaji bulanan sudah naik 50 persen, kondisi keuanganmu gak bakal naik kelas. Percaya deh.

Nah, berikut ini lima cara mengatur keuangan yang efektif dan sederhana buat pekerja kantoran zaman now. Gampang kok, jadi kamu gak perlu usaha lebih buat menerapkannya.

1. Tetapkan target berapa rupiah yang harus didapat di tahun 2018

cara mengatur keuangan
Jangan boros lagi ya tahun ini (Liputan6)

Ingat lho, kita sedang membahas masalah keuangan. Jadi pertama-tama, tentukan berapa rupiah yang ingin kamu lihat di rekeningmu pada akhir 2018!

Dalam menetapkan target ini, cobalah untuk berpatok pada total pendapatan per tahun dan tunjangan hari raya (THR). Sebut saja pendapatan bersihmu dalam sebulan adalah Rp 5 juta, maka pendapatanmu dalam setahun adalah Rp 60 juta. Bila ditambah THR  satu kali gaji,l maka jadinya Rp 65 juta bukan?

[Baca: Buat yang Gajinya Rp 5 Juta, Atur Uangmu Kayak Gini Biar Gak Bokek Terus]

Rp 65 juta tentunya belum dipotong sama biaya kebutuhan hidup, rekreasi, dan cicilan bila ada. Nah katakanlah dalam sebulan kamu targetkan nabung Rp 1 juta. Berarti dalam setahun kamu bakal punya uang di rekening tabungan sebesar Rp 12 juta.

Oleh karena itu, masukkan saja dalam resolusimu bahwa tahun ini kamu harus bisa melihat angka Rp 12 juta di rekening pribadi pada 31 Desember 2018.

PR-mu selanjutnya adalah berjuang sekuat tenaga untuk mengumpulkan dana sebanyak itu. Caranya bisa beragam, sebut saja dengan memperbanyak kerja lembur di kantor, kerja sambilan, atau ya jualan.  

2. Pisahkan rekening bank untuk pengeluaran rutin dan tabungan

Cara mengatur keuangan yang kedua adalah membuat rekening bank baru yang kamu prioritaskan sebagai tabungan. Ada baiknya, di awal tahun 2018 kamu sudah punya catatan kasar mengenai berapa besar pengeluaran rutin per bulan.

Coba ilustrasikan saja, berapa biaya beli BBM, biaya makan, rekreasi, belanja, atau bayar cicilan. Sebut saja, angkanya sudah ketemu dan ada di nominal Rp 2,3 juta, maka bila gajimu Rp 5 juta, segera transfer Rp 2,7 ke rekening tabungan.

Dengan melakukan cara ini, maka secara gak langsung kamu sudah memprioritaskan diri untuk menabung. Ingat lho, jangan ganggu gugat rekening tabungan kecuali kamu memang butuh dana darurat untuk kebutuhan yang mendesak.

Bila ternyata ada sisa di rekening biaya hidup, jangan lantas dihabiskan ya. Simpan saja, barangkali ada kebutuhan membeli sesuatu pada bulan depan. Atau mau dimasukkan ke rekening tabungan juga boleh.

3. Mulai puasa beli jajanan saat kerja

cara mengatur keuangan
Siapa yang berani puasa gorengan sebulan? (Dream)

Kerja di kantor memang enaknya sambil ngemil, ngopi, atau ngeteh. Kopi dan teh mungkin tersedia di pantry kantor, tapi gak semua kantor punya kebaikan hati untuk membelikan camilan buat karyawan.

Alhasil kamu pun keluar duit untuk belanja camilan di minimarket atau beli gorengan yang dijual abang-abang dekat kantor. Walaupun cuma keluar Rp 15 ribu atau Rp 20 ribuan, coba dipikir lagi deh. Duit segitu bisa buat uang bensin motor atau ongkos naik kereta atau angkot.

[Baca: Gak Jajan Gorengan, Bisa Dapat Handphone Sampai Liburan ke Bali!]

Patut diingat juga, ngemil saat kerja jelas gak baik. Saat berada di kantor, kamu pun lebih sering duduk ketimbang bergerak bukan? Makin sering ngemil tentu membuat berat badanmu meroket.

Cobalah untuk puasa beli jajanan, buat yang rutin jajan dua hari sekali mungkin bisa diubah jadi seminggu sekali saja. Gak bakal sakit kok kalau gak jajan, percaya deh.

4. Prioritaskan bawa bekal

Membawa bekal memang terbukti bisa menghemat pengeluaran. Karena mau gimana pun juga, beli makanan di warteg pasti lebih mahal daripada masak sendiri.

Tapi banyak kendala yang membuat seseorang melakukan hal ini, terutama yang masih lajang dan ngekos. Kendalanya adalah gak bisa masak, dan gak ada yang masakkin bekal.

Meski demikian, masih ada kok alternatifnya, yaitu beli oatmeal saja dan taruh di meja kantor untuk makan siang.

Emang sih makan oatmeal pasti beda sama makan nasi. Tapi jangan salah, oatmeal lebih bergizi dan makanan itu tergolong sebagai karbohidrat kompleks lho. Kamu bakal terhindar dari lapar dalam jangka waktu lama.

5. Stop keluarin duit untuk sesuatu yang gak dibutuhkan

Cara mengatur keuangan
Nonton bioskop boleh, tapi kalau weekend bukannya mahal ya (Tribunnews)

Udah punya sepatu empat masih mau beli juga karena ada keluaran terbaru. Malem Minggu juga gak pernah absen dugem bareng teman, dan hari Minggu jadwalnya nge-mall dan nonton bareng gebetan. Ini nih sumber pengeluaran yang bikin kamu gak bisa nabung.

Nongkrong memang sering jadi sebuah ritual wajib buat kamu yang punya banyak teman. Kalau nongkrong atau ngumpulnya gak keluar duit mah gak masalah. Tapi kalau sekali nongkrong duit mengalir kayak air, ya sudah.

Mulai tahun 2018, berhenti deh untuk mengeluarkan duit buat hal yang gak diperluin amat. Cobalah ganti hobi nongkrongmu dengan olahraga, daftarkan saja dirimu di gym atau pusat keburagan yang biaya membership-nya terjangkau.

[Baca: 6 Tempat Gym Murah di Jakarta Buat yang Bujetnya Rp 350 Ribu]

Dengan olahraga rutin, kamu pun dituntut untuk istirahat cukup setiap hari. Gak hanya saat weekday lho, melainkan juga saat weekend. Dengan adanya aktivitas baru ini, lingkungan pergaulanmu pun ikut berubah.

Jadi, nongkrong-nongkrong sampai dini hari tentu bisa dikurangi dan keuanganmu jadi terjaga. Dan tentunya, pertemanan serba sosialita dan hedon berubah jadi pertemanan sehat.

Setelah kamu tahu lima cara mengatur keuangan di atas, gimana tanggapanmu? Sederhana kan? Gak ribet dan cukup aplikatif tentunya.

Mumpung masih awal 2018, yuk tentuin target keuanganmu dari sekarang biar gak kebobolan lagi kayak tahun sebelumnya.