5 Bisnis Kreatif Buat Mahasiswa, dari Hobi Jadi Rezeki

Menjalani bisnis kreatif gak perlu menunggu kamu lulus kuliah dulu. Masa-masa kuliah justru waktu yang tepat bagi mahasiswa memulai bisnis. Hal ini karena bukan hanya untung yang perlu kamu timbun, tapi juga ilmu dari pengalamanmu sendiri.

Nah, kamu yang saat ini sedang berniat menjalani bisnis kreatif, gak perlu bingung lagi. Cara termudah menentukan bisnis yang perlu kamu jalani adalah dengan melihat minat dan keahlianmu.

Manfaatkan hardskill dan softskill yang kamu punya. Kamu juga bisa menyesuaikan pilihan bisnis dengan jurusan kuliah yang saat ini kamu jalani. Ilmu yang kamu punya jadi gak terbatas soal teori deh.

Para mahasiswa, inilah pilihan bisnis kreatif yang bisa kamu coba.

1. Event/Wedding organizer

Bisnis kreatif
(Image: News Unair)

Kamu yang suka merancang konsep suatu acara, bertemu banyak orang, dan punya segudang ide kreatif dan inovatif, coba deh buka bisnis Event Organizer (EO) atau bahkan Wedding Organizer (WO). Status mahasiswa gak jadi kendala buat jalani bisnis satu ini.

Ada Maspro, komunitas mahasiswa yang sukses gelar event pertama mereka, Soundfest, 2016 lalu. Salah satu penggiatnya adalah Rayn Maharan yang saat itu masih menjadi mahasiswa semester 7 Jurusan Teknik Industri di Universitas Gunadarma.

Mau contoh lain yang kini telah lebih sukses? Ada Putri Tanjung yang sudah menjalani bisnis EO di usia ke-15 tahun. Bukan sekali dua kali Putri ditolak sponsor dan diremehkan karena usianya saat itu, tapi kegigihan dan sikap pantang menyerah yang ia miliki membawanya pada kesuksesan hingga kini.

Untuk menjalani bisnis EO, sebagai mahasiswa kamu bisa memanfaatkan rumah salah satu anggota tim sebagai markas alias kantor sementara. Hal ini bisa membebaskanmu dari uang sewa kantor. Biar gak mengeluarkan modal terlalu banyak, sebagai permulaan kamu bisa meminta klien melakukan pembayaran di muka.

Jika pembayaran dilakukan secara bertahap, paling tidak timmu perlu dana cadangan sekitar Rp 2-5 juta tergantung pada event yang akan kamu rancang.

2. Ilustrator

Bisnis kreatif
(Image: Online24jam)

Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) biasanya punya kemampuan menggambar di atas rata-rata. Kalau kamu salah satunya, jangan sampai kemampuanmu ini tak dimanfaatkan dengan baik. Apalagi saat ini ada banyak industri kreatif yang membutuhkan jasamu.

Sebagai permulaan, kamu bisa membangun personal branding di media sosial dengan memamerkan karya-karya yang kamu buat. Jika karyamu berkaitan dengan public figure, jangan lupa tag atau mention akun media sosialnya, agar karyamu mendapat exposure yang lebih banyak.

Kamu mungkin masih ingat dengan kisah Aga Ramadhani yang kini sukses jadi seniman internasional. Semua bermula dari 2012 lalu, saat ia nekat bergabung grup ilustrator profesional di Linked, meskipun saat itu masih menjadi mahasiswa. Saat itu, ia juga gemar memajang karyanya di Facebook. Bisa ditiru nih!

3. Bisnis kuliner unik

bisnis kreatif
(Image: blog.luna)

Sebagai mahasiswa, kamu mungkin belum bisa jalani bisnis dengan modal besar. Untuk menghindari kerugian, kamu bisa menjalankan bisnis kuliner makanan kering atau makanan dengan sistem pre order.

Kamu bisa memanfaatkan hobi ngemil mahasiswa dengan jualan makanan ringan atau beraneka minuman buat teman begadang, seperti kopi susu, buat mahasiswa yang menganut sistem kebut semalam.

Besaran modal yang kamu butuhkan untuk bisnis ini sangatlah beragam. Sebagai gambaran, jika kamu mau berjualan aneka kripik, kamu bisa membeli secara kiloan dengan harga sekitar Rp 35.000-40.000 per kilo. Jika kamu jual kembali dalam ukuran kecil, misalnya Rp 5.000 per 80 gram maka kamu bisa dapat keuntungan lebih dari 50 persen modal.

[Baca: Empat Ide Bisnis Sampingan Menghasilkan Lewat Gadget]

4. Bisnis jasa fotografi

Bisnis kreatif
(Image: News Unair)

Kamu yang jago pegang kamera, saatnya keahlianmu disulap jadi uang. Sebagai permulaan, kamu bisa memberikan jasa gratis di momen spesial temanmu. Jika ada temanmu yang sedang menjalani bisnis online, bisa juga tuh menawarkan bantuan.

Saat portfoliomu terasa sudah cukup, saatnya menentukan tarifmu. Jika sudah memiliki teknik yang baik, kamu juga bisa naik level dari photographer freelancer menjadi photographer professional.

[Baca: Ide Usaha Kreatif Apa Sih yang Masih Bisa Dilirik]

5. Bisnis Makeup Artist

bisnis kreatif
(image: womantalk)

Seorang mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Puji Rahmawati, telah menjadi seorang makeup artists (MUA) sejak masih di bangku kuliah. Berkat profesinya ini, ia bahkan bisa membiayai kuliahnya sendiri.

Menjadi makeup artist selagi kuliah punya banyak keuntungan. Kamu bisa mejadi andalan saat momen wisuda atau saat ada senior yang menikah. Profesi ini juga bisa dilakukan secara sambilan walau kamu telah memiliki pekerjaan tetap lain nantinya.

Walau begitu, kamu perlu modal yang gak sedikit yaitu jelas koleksi make up yang lengkap. Setidaknya untuk set make up harian dan pesta, kamu perlu minimal Rp 1,5 – 2 juta. Sebagai permulaan, jangan mematok tarif terlalu tinggi, anggaplah klien-klien pertama untuk menambah portfoliomu dulu.

Semakin mahir kemampuanmu dan semakin banyak klienmu, barulah lengkapi dan tingkatkan kualitas makeup yang kamu miliki sehingga bisa memasang tarif yang lebih tinggi.

[Baca: 10 Ide Bisnis Kreatif di Luar Negeri yang Belum Ada di Indonesia]

Kamu yang ingin segera punya penghasilan sendiri, coba renungkan skill apa yang kamu kuasai atau ingin kamu kembangkan. Tak perlu takut gagal karena selagi masih di bangku kuliah, kamu punya banyak kesempatan untuk belajar. Dengan mulai menjalankan bisnis kreatif, kamu bisa perkaya pengalaman dan meningkatkan kemampuan, plus dapat uang tambahan.