5 Alasan Media Sosial Bisa Bikin Boros Duit

Julia Roberts, aktris yang sukses memerankan film Pretty Woman pernah berujar soal media sosial. Dia mengatakan media sosial ibarat godaan yang bisa bikin kecanduan. Sekali kecemplung, maka selamanya akan terikat.

Omongan Julia Roberts mungkin ada benarnya. Itu bisa dibuktikan dari fenomena saat ini, di mana banyak orang kecanduan media sosial. Bahkan satu orang punya lebih dari satu akun media sosial. Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, sampai Path.

Tapi kudu hati-hati ya, kecanduan media sosial tanpa disadari bisa bikin hidup kamu boros. Gak percaya? Yuk simak potensi pemborosan akibat sering main media sosial di bawah ini:

1. Gaya hidup berubah demi gengsi

media sosial
Posting foto liburan demi gengsi (Harman)

Kehadiran media sosial bagi para pengguna, terutama di Indonesia ternyata bisa mengubah gaya hidup seseorang. Gak sedikit orang yang kecanduan media sosial suka pamer-pamer aktivitas sehari-hari.

Orang yang biasanya gak suka naik gunung, mendadak rajin mendaki. Orang yang gak suka jalan-jalan, eh kok tiba-tiba suka travelling. Ya itu bagus aja sih kalau buat bikin badan sehat. Tapi kalau niatnya cuma posting foto-foto di media sosial ya buat apa.

Bukan itu aja, sekarang ini banyak juga orang yang pamer dengan mengunggah aktivitas gaya hidupnya. Nongkrong di kafe lah, restoran lah, atau di mal-mal mewah demi gengsi dan di-like atau dikomentari orang. Padahal biasanya cuma makan di warteg doang.

Bukan apa-apa sih, kalau emang sebelumnya gak biasa punya gaya hidup kayak gitu, kenapa juga mesti maksain demi gengsi semata? Ujung-ujungnya kan cuma ngabisin duit aja.

[Baca: Gak Usah Gengsi Lakukan 7 Hal Ini Kalau Gak Mau Keuangan “Sekarat” di Akhir Bulan]

Gak sedikit lho duit yang kita keluarin kalau setiap kali kita nongkrong di kafe, makan di restoran atau belanja di mal. Ya minimal uang ratusan ribu sekali nongkrong mah pasti keluar tuh.

2. Hidup jadi lebih konsumtif

media sosial
Sering buka medsos jadi gila belanja (Villagewarralily)

Kehadiran media sosial seringkali dimanfaatkan orang untuk dijadikan ladang bisnis.

Di satu sisi orang dapat untung dari jualan. Di sisi lain orang jadi konsumtif karena dimudahkan buat belanja.

Di Instagram misalnya. Orang banyak banget jualan dengan memposting foto produk semenarik mungkin.

Postingan-prostingan produk tersebut secara psikologis bisa mempengaruhi orang lain untuk tertarik melihat lebih jauh soal produk yang dijual.

Jika produk tersebut memuat foto bagus, informasi lengkap, menawarkan harga promosi dan bikin penasaran, maka orang tak akan segan untuk membelinya.

Itu kalau cuma dari satu platform sosmed. Kalau di semua akun sosmed kamu latah kepo dan belanja barang-barang online, apa gak jebol itu kantong?

So, daripada terus melototin akun-akun media sosial yang bikin kalap mata, mending sesekali kepoin akun-akun tutorial memulai bisnis atau akun edukasi lainnya.

[Baca: Mendapatkan Uang dari YouTube? Mendapatkan Ilmu juga Bisa!]

3. Bikin pulsa dan data Internet cepat habis

media sosial
Kecanduan media sosial bisa bikin kuota internet cepet abis (Sarewelah)

Setiap saat cek Instagram, Facebook, Twitter atau Path. Nyari tahu ada apa aja yang lagi rame di media sosial. Setelah itu ngomentarin postingan orang. Begitu seterusnya.

Gak terasa, kebiasaan bermain media sosial seperti di atas itu bikin boros banget. Terutama bikin pulsa dan data Internet cepat habis.

Dulu sebelum adanya media sosial, orang paling beli pulsa buat nelpon dan ngirim pesan. Itupun pulsa yang kepake bisa awet hingga seminggu atau sebulan.

Emang gak ada yang ngelarang sih orang beli pulsa dan data Internet buat buka medsos. Tapi alangkah baiknya kalau itu digunakan buat hal-hal yang bermanfaat dan menghasilkan. Bukan cuma buat main-main media sosial aja. Biar gak rugi dan bikin boros juga.

4. Rela beli followers demi eksistensi

media sosial
Follow ea kaka (Jualakuninstagram)

Belum afdol kalau seseorang punya akun media sosial tapi gak punya followers. Buat meningkatkan jumlah pengikut, sekarang ini banyak penjual jasa followers.

Harga yang dipasang buat beli followers bervariasi. Mulai dari Rp 25.000 untuk 100 followers, hingga Rp 250.000 untuk 5.000 followers. Ini cuma harga gambaran aja. Masih banyak harga followers yang lebih murah atau lebih mahal dijual oleh orang lain.

Orang yang gengsinya gede tentu ingin dong jumlah followers media sosialnya banyak. Bahkan gak jarang yang rela ngeluarin duit banyak buat nambah followers.

Berdasarkan harga gambaran di atas, coba kita hitung. Jika seseorang ingin punya 20.000 followers artinya dia harus ngeluarin duit Rp 1 juta. Bagi sebagian orang, duit sejuta lumayan gede juga lho kalau cuma sekadar buat beli followers.

Mendingan duit sebesar itu dijadiin modal usaha biar dapat penghasilan. Atau dipake buat buka bisnis yang modalnya gak terlalu gede.

5. Gadget cepat lemot dan baterai gampang abis

media sosial
Gadget lemot gara-gara keseringan buka medsos (Lifehacker)

Satu lagi, fakta yang gak bisa dibantah kalau media sosial bisa bikin boros. Sudah pasti, gadget gampang lemot dan baterai cepat habis. Ini karena pemakaian Internet di gadget banyak memakan daya.

Tahun lalu, sebuah riset menyebutkan rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu bermain media sosial selama 2 jam 51 menit sehari dalam berbagai perangkat.

Angka rata-rata durasi tersebut cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2 jam 52 menit dalam sehari.

Kalau hape udah lemot dan baterai bocor, udah pasti ganti hape baru dong. Nah, ini yang bikin boros. Walaupun gak ganti hape, paling gak biaya servisnya pun gak kalah ngabisin duit. Bikin boros, bukan?

Nah, itulah beberapa alasan kenapa bermain media sosial bisa bikin boros duit. Punya media sosial boleh-boleh aja, asalkan bisa membatasi penggunaannya. Bahkan lebih baik lagi kalau medsosnya bisa dimanfaatin buat hemat duit.

[Baca: Ini 5 Cara Menghemat Pengeluaran Lewat Media Sosial, Dijamin Ampuh!]

Kalau udah bisa bikin boros duit, mending ingat deh omongan Julia Roberts di atas bahwa media sosial emang bikin kecanduan. Atau kita bisa niru aktor papan atas Reza Rahardian yang selama ini gak pernah tertarik punya akun medsos sendiri. Hmm… boleh dicoba.