4 Strategi Mengatur Keuangan Ketika Jadi Korban PHK

Lagi nyaman kerja di suatu perusahaan bukan berarti bisa bebas dari yang namanya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) ya. Karena hal ini bisa kejadian kapan saja dan menimpa siapa saja loh.

Kalau ditanya, mana ada sih orang yang mau kena PHK. Mungkin untuk beberapa kasus di mana pesangon yang ditawarkan cukup besar, ada karyawan yang rela jadi korban PHK.

[Baca: Punya Kartu BPJS Tak Perlu Takut Jadi Korban PHK]

Contoh kasus, Romi sudah 15 tahun bekerja di sebuah distributor produk kesehatan. Dia gak pernah membayangkan akan jadi salah satu korban PHK. Kalut dan bingung karena memikirkan nasib istri dan satu anaknya.

Istri Romi hanya membantu penghasilan keluarga dengan berjualan kue pesanan, sementara dua anaknya baru saja masuk SD dan SMP.

Romi memilih untuk bangkit dan gak berkubang meratapi nasib. Dia harus berjuang demi tetap berputarnya roda perekonomian keluarga.  Romi gak mau membuang waktu percuma dan jadi penganggur. Dia bertekad untuk bisa sukses bahkan setelah kena PHK.  

Apa yang Harus Dilakukan Orang-Orang Seperti Romi?

Saat sulit seperti inilah baru deh kita menyadari betapa pentingnya dana darurat. Karena gak punya dana darurat, jadi kelimpungan saat pencari nafkah utama dalam keluarga terkena PHK. Akhirnya jalan pintas cari utangan sana-sini jadi andalan sementara untuk menutup kebutuhan hidup.

jadi korban PHK
Walaupun nyesek, tetap ada kesempatan untuk bangkit

Sebelum dapet kerjaan baru, berikut beberapa hal yang bisa berguna untuk bertahan hidup setelah kena PHK:

1. Manfaatkan Dana Pesangon Dengan Optimal

Selama belum dapet kerjaan baru, harus pinter-pinter deh mencukupi kebutuhan hidup. Apalagi kalau ternyata gak punya dana darurat atau tabungan. Mau gak mau, suka gak suka ya cuma bisa ngandelin dana pesangon.

Masalah pesangon sendiri sudah tertuang Tahu dong di Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003 pasal 156 ayat 1:

“Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.”

Setiap perusahaan punya kebijakan yang berbeda, tapi paling gak jumlah pesangon disesuaikan dengan gaji pokok dan masa kerja. Idealnya sih perusahaan gak hanya berkewajiban memberi dana pesangon, melainkan juga wajib memberikan uang penghargaan sesuai masa kerja.

Supaya gak semakin pusing dengan keterbatasan, dana pesangon setelah PHK harus dikelola dengan mulai menyusun prioritas pengeluaran. Beberapa poin penting yang harus diperhatikan:

  • Berapa jumlah pengeluaran keluarga setiap bulan?
  • Berapa sisa utang yang belum lunas?
  • Berapa jumlah dana pesangon yang diterima?
  • Berapa tabungan / dana darurat yang tersisa/  

Poin-poin di atas bisa dijadikan acuan untuk menentukan prioritas pengeluaran agar gak sia-sia.  

[Baca: Kamu Belum Cocok Pensiun Dini Kalau Belum Checklist Poin-poin Iini]

2. Mengatur Ulang Pengeluaran Rutin

Setelah menyusun prioritas, lanjutkan dengan mengatur ulang pengeluaran rutin seperti pangan, papan, pendidikan termasuk utang / cicilan.

jadi korban PHK
Jangan kelamaan bersedih, langsung atur strategi baru

Buat target juga deh seberapa lama dana pesangon kamu mampu mencukupi pengeluaran rutin dan tekad untuk segera bekerja lagi. Semisal, dana pesangon kamu setelah dihitung hanya cukup untuk kebutuhan hidup selama 7 bulan, ya berarti selama itu lah kamu sudah harus dapet kerja baru.

3. Fokus Bayar Utang/Cicilan

Jika masih memiliki kewajiban utang, maka hal yang harus kamu lakuin setelah menyisihkan dana untuk pengeluaran rutin adalah melunasinya. Usahakan juga untuk tetap disiplin membayar cicilan yang sedang berjalan.

Kalau ternyata dana pesangon gak cukup untuk bayar utang atau cicilan, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan pihak kreditur untuk mencari solusi. Solusi yang diberikan biasanya berupa restrukturisasi utang.

Seandainya gak ada solusi keringanan, ya terpaksa jual aset berharga atau perhiasan emas.

4. Mengubah Gaya Hidup

Kondisi keuangan setelah di-PHK pastinya harus serba prihatin ya. Gak mungkin kamu tetap bertahan dengan gaya hidup saat masih bekerja dan menerima gaji setiap bulan. Bicarakan dengan keluarga tentang beberapa hal yang harus dikurangi dengan baik-baik agar gak kaget.

Bisa dikurangi dari kebiasaan merokok contohnya, jika biasanya habis satu bungkus per hari maka bisa dikurangin deh menjadi satu bungkus untuk tiga hari. Mengganti menu masakan di rumah menjadi lebih sederhana juga bisa membantu menekan pengeluaran.

Cara Menurunkan Standar Gaya Hidup

Semisal saja gaji yang diterima Romi sebelum PHK sebesar Rp 10 juta.

Contoh simulasi pengeluaran Romi selama sebulan selama masih bekerja:

Cicilan KPR: Rp 2 juta

Kredit motor: Rp 1 juta

Makan: Rp 2 juta

Listrik/Air: Rp 1 juta

Rekreasi: Rp 500 ribu

Transportasi: Rp 500 ribu

Kuota internet: Rp 300 ribu

Pendidikan anak: Rp 1 juta

Total = Rp 8,3 Juta

Pengeluaran yang gak bisa diganggu gugat seperti cicilan KPR, kredit motor, makan, listrik, transport dan pendidikan anak. Dari total Rp 8,3 juta, Romi sempat menabung sisa uangnya Rp 1,7 juta. Sebagian besar dari tabungannya sudah terpakai untuk DP KPR tahun lalu.

jadi korban PHK
Kondisi perekonomian memang kadang gak bisa diprediksi

Setelah PHK Romi harus mengurangi budget rekreasi dan kuota internet. Sedangkan untuk budget makan, Romi mencoba berdiskusi dengan istrinya untuk mengurangi budget makan dari Rp 2 juta menjadi Rp 1,5 juta saja.

Jika dikurangi, maka pengeluaran Romi dan keluarga sebulan menjadi:

Cicilan KPR: Rp 2 juta

Kredit motor: Rp 1 juta

Makan: Rp 1,5 juta

Listrik/Air: Rp 1 juta

Transportasi: Rp 500 ribu

Kuota internet: Rp 150 ribu

Pendidikan anak: Rp 1 juta

Total = Rp 8,3 juta

[Baca: Budget Keuangan Pribadi untuk Me Time Sebaiknya Berapa Yaaa]

Gak ada yang bisa memprediksi kapan PHK akan terjadi. Dengan memiliki tabungan atau dana darurat, mungkin bisa sedikit meringankan beban.

Nah, itulah kenapa penting banget untuk mempersiapkan diri sebelum amit-amit terkena PHK ya. Hidup berhemat, menabung dan investasi dari sekarang sebelum menyesal!  

Image credit:

  • http://islamedia.id/wp-content/uploads/2015/09/korban-phk.jpg
  • http://citraindonesia.com/wp-content/uploads/2015/05/pengangguran-buruh-foto.tmpo-670.jpg
  • http://www.harapanrakyat.com/wp-content/uploads/2015/09/Rupiah-Ambruk-Dinsosnaker-Banjar-Waspadai-Ancaman-PHK-1024x614_c.jpg