4 Langkah Mengatasi Motor Mogok Kena Banjir Supaya Siap Digeber Lagi

Sepeda motor yang mogok setelah menerjang banjir bikin frustasi. Apalagi kalau bengkel jauh dari lokasi mogok.

 

Sudah baju basah, motor mogok, masih harus dorong itu motor. Belum lagi kalau dapetnya bengkel enggak resmi yang suka main getok harga ngelihat konsumennya enggak punya pilihan selain servis motor di bengkel itu. Komplet deh apesnya.

 

Sebagai pemilik sepeda motor, wajib hukumnya untuk mengetahui seluk-beluk kendaraan roda dua itu. Paling tidak kita tahu sedikitlah agar tidak kerepotan ketika terjadi hal yang enggak diduga, seperti motor mogok kena banjir.

 

Berikut ini langkah simpel buat mengatasi motor yang mogok sehabis menerjang banjir:

 

1. Cek busi

cek busi
Cek busi paling gampang, kecuali mungkin buat motor matik

 

Ketika motor mogok, langsung cari tempat yang teduh untuk memeriksanya jika hujan masih turun. Segera cek busi karena biasanya busi jadi basah setelah motor menghajar genangan. Kalau busi basah, sistem pengapian tak bisa berfungsi sehingga motor enggak mau nyala.

 

Buat pemilik motor jenis matic bakal lebih repot karena letak busi tersembunyi di balik bodi. Busi pada motor bebek dan sport lebih gampang dijangkau.

 

Setelah mencopot busi, lap hingga kering dan gunakan sikat jika ada. Lubang busi juga perlu dilap agar kering. Selain itu, pancal starter engkol pada motor dalam posisi off agar ada dorongan udara dari dalam mesin ke lubang besi.

 

Jika semuanya sudah kering, pasang lagi busi itu. Hati-hati saat memasang busi agar drat rumah busi tidak rusak. Tapi, sebelum menghidupkan motor kembali, lanjut dulu ke tips kedua.

 

2. Kuras air di knalpot

cek knalpot
Knalpot dicek, keluarin air yang masuk.

 

Kalau udah cek knalpot, lanjut ke pengecekan knalpot. Knalpot yang terendam air enggak bisa membuang gas sisa pembakaran mesin.

 

Caranya, berdirikan motor dengan standar tengah. Jika bisa, ganjal bagian bawah standar itu dengan batu atau kayu. Lalu tekan sadel bagian belakang sehingga posisi motor seperti njomplang.

 

Dalam posisi njomplang, pancal lagi starter motor dengan posisi kunci off. Kalau sudah yakin air keluar semua, ambil oli sedikit untuk diteteskan ke knalpot biar enggak karatan.

 

3. Cek karburator

cek karburator
Hayooo, para bikers tahu kan letak karburator masing-masing motornya dimana?

 

Berlanjut ke tips ketiga, jangan buru-buru menghidupkan motor dulu. Setelah selesai mengeringkan busi dan knalpot, cek bagian karburator.

 

Kalau motormu matic atau memakai sistem injeksi, skip aja tips ini dan langsung ke tips keempat. Sebab, motor matic dan injeksi tidak menggunakan karburator.

 

Tanda karburator bermasalah adalah jalan motor seperti tersendat. Nama populernya mbrebet. Kalau motor mbrebet, bisa jadi ada air yang nyangkut di saluran bahan bakar.

 

Biarpun judulnya cek karburator, kita enggak  perlu membongkar karburator itu. Cukup buang air dari karburator dan saluran bahan bakar.

 

Caranya, tutup keran selang bahan bakar yang menghubungkan tangki dengan karburator. Lalu putar baut pembuangan di karburator melawan arah jarum jam sampai mentok. Dengan begitu, bahan bakar akan keluar.

 

Bahan bakar yang keluar ini udah bercampur air. Jadi enggak bisa dikonsumsi motor. Setelah semua cairan keluar, putar lagi keran saluran itu ke arah sebaliknya.

 

4. Panaskan

Agak pe-er sih kalau engkol motor, tapi penting!
Agak pe-er sih kalau engkol motor, tapi penting!

 

Sekarang waktunya menghidupkan motor. Tapi jangan pakai electric starter, ya. Tetap pakai kick starter atau memancal tuas starter dengan kaki.

 

Sebelum memposisikan kunci dalam keadaan on, pancal starter 5-6 kali. Setelah itu, putar kunci ke posisi on dan pancal lagi.

 

Mungkin awalnya motor enggak mau nyala. Tapi jangan berhenti, terus pancal sampai mesin hidup. Setelah menyala, biarkan 3-5 menit agar mesin panas dan siap digeber lagi.


 

Tips di atas berlaku buat motor yang enggak sampai terendam banjir hingga kelelep. Kalau sampai kelelep, mending dibawa ke bengkel karena pengecekan bakal lebih ribet. Di antaranya menguras oli dan tangki bahan bakar serta membilas mesin dengan solar.

 

Harap diingat bahwa asuransi yang menyertai pembelian motor secara kredit biasanya enggak menanggung penggantian biaya kerusakan akibat banjir alias water hammer. Jika motor sampai turun mesin, kita sendiri yang menanggung kerugian.

 

Karena itu, mending urungkan niat nerjang banjir yang tinggi. Kalau ketinggian air masih 20-an sentimeter sih masih oke. Tapi kalau udah di atas itu, bahaya!

 

 

Image credit:

  • http://uniqpost.com/wp-content/uploads/2012/01/cara-pasang.jpg
  • http://3.bp.blogspot.com/-hwdpDJnIZYE/UUHxLxhSJXI/AAAAAAAAA-s/xaN-YtagE2w/s1600/DSC04358.JPG
  • http://4.bp.blogspot.com/-zcaHb6DavOA/ULgUOZsamsI/AAAAAAAAALs/W6eUk_KpvbE/s1600/karbu4.jpg
  • http://onsupplier.com/wp-content/uploads/2013/05/971697_610462895644725_511513250_n-300×200.jpg