4 Kebiasaan Anak yang Harus Diterapkan Sejak Dini Supaya Sukses Keuangan dan Karier

Konon, katanya orangtua yang sukses maka anaknya otomatis bakal ikut sukses. Tapi kenyataannya, kesuksesan orangtua gak menjamin sang anak pasti berhasil juga kelak.

Gak ada ceritanya kehidupan yang autopilot seperti itu. Sebagai orangtua, mendidik anak sudah jadi tanggung jawab yang gak bisa dihindari.

Bila kita bisa dikatakan sudah sukses, bersyukurlah. Apalagi jika kesuksesan itu diraih melalui perjuangan yang berat.

Setelah punya anak, tiba saatnya buat kita untuk menyiapkan sang buah hati agar bisa menerima tongkat estafet keberhasilan tersebut. Mungkin kita bisa belajar dari pengalaman hidup, termasuk meniru cara mendidik anak dari orangtua.

Namun zaman terus berkembang. Bisa jadi model pendidikan zaman baheula sudah gak pas lagi diterapkan pada zaman sekarang.

Sebagai referensi, berikut ini contoh kebiasaan anak yang harus diterapkan sejak dini demi kesuksesan keuangan dan karier:

1. Menabung

sukses keuangan dan karier
Bang bing bung nyook kita nabung! (Menabung / majalahembun)

Anjuran menabung sudah diajarkan sejak dulu di sekolah-sekolah. Namun pilihan menabung pada zaman dulu gak sebanyak sekarang. Anak lebih banyak nabung di celengan ayam ketimbang rekening bank.

Kini, semua bank punya produk tabungan untuk anak. Kita bisa membuatkan tabungan buat buah hati dengan menebeng rekening kita.

Uang saku bisa kita transfer ke rekening itu, entah per minggu atau per bulan. Berikan target berapa tabungan per hari, per pekan, atau per bulan. Bila terkumpul, bisa untuk membeli barang yang disukai sang buah hati.

Bila mencapai target, kita bisa berikan reward berupa “bunga” tambahan selain dari bank. Namun bila gagal penuhi target, mungkin kita bisa menerapkan punishment berupa pembekuan rekening. Artinya, dana di rekening itu gak bisa diutak-atik dalam periode tertentu, misalnya satu minggu. Tahan kartu ATM dan buku rekening, kembalikan lagi ketika masa hukuman sudah lewat.

Kebiasaan menabung akan mengajari anak mengatur keuangan demi mencapai tujuan. Sementara hukuman yang diberikan kalau anak lalai menabung merupakan bentuk konsekuensi bila menganggap remeh rencana finansial.

2. Membaca

Membaca adalah aktivitas langka di zaman ini, ketika kebanyakan orang lebih suka melototin layar gadget ketimbang buka lembar demi lembar buku. 

sukses keuangan dan karier
Buku adalah jendela dunia, baca yang rajin ya nak! (Membaca Buku / radarbangka)

Coba ajak anak setidaknya sebulan sekali ke toko buku untuk beli bacaan yang ia sukai. Bimbing untuk memilih buku yang gak cuma bertema hiburan. Mau seminggu sekali juga boleh, lebih bagus malah.

Gak perlu takut bangkrut gara-gara rutin beli buku. Toh, sering ada promo kartu kredit di toko buku, Gramedia misalnya.

Bila punya kartu kredit Citi di Gramedia, bisa juga mendapat tiket gratis nonton di XXI. Lumayan kan. Pengetahuan anak bertambah, kita pun bisa beroleh manfaat berupa tiket nonton gratisan berkat kartu kredit Citi ini.

3. Hidup sederhana

Banyak contoh orang sukses, baik dalam hal keuangan maupun karier, yang hidup sederhana. Mereka gak gembar-gembor dan pamer kekayaan di muka umum, terutama media sosial.

Anak-anak perlu diajari pentingnya hidup sederhana demi sukses keuangan dan karier seperti mereka. Sebab pengeluaran bisa dihemat lewat cara hidup sederhana.

Misalnya dengan membawakan bekal buat makan ketimbang memberikan duit jajan. Beri tahu ke anak, meski bukan makanan mahal, bekal itu lebih sehat karena buatan sendiri. Selain itu, uang jajan bisa ditabung untuk dibelikan sesuatu yang ia kehendaki kelak.

sukses keuangan dan karier
Main hujan-hujanan di tepi sungai yang pentin happy ya dek! (Anak Bermain / kitabijak)

4. Mandiri

Kemandirian juga penting sebagai bekal sukses keuangan dan karier. Dunia kerja amatlah keras. Jika gak bisa mandiri, bakal susah menang dalam persaingan kerja.

Sebagai anak, wajar saja jika banyak bergantung kepada kita selaku orangtua. Tapi bukan berarti kita mesti selalu memanjakan sang buah hati. Coba berikan kepercayaan kepada mereka untuk mandiri dalam bertindak.

Salah satu caranya, mendorong anak untuk mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Kegiatan ini sangat berguna untuk melatih kemandirian, terutama saat ada kemah. Adapun dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa memberikan tugas rutin seperti menyapu lantai, mencuci piring, atau bersih-bersih kamarnya sendiri.

Memang, gak ada formula khusus yang bisa memastikan kesuksesan anak. Tapi alangkah lebih baik jika kita mencoba menanamkan empat kebiasaan di atas kepada anak sejak dini.

Kita selaku orang tua bertugas mendidik, mengarahkan, dan menyokong anak. Namun gak perlu sampai memaksakan kehendak agar sesuai dengan keinginan kita. Yang penting anak nyaman menjalani kehidupan.

untuk jam 3

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Nabung Masih Sebatas Niat? Simak Nih Trik Menabung Uang untuk Si Boros]

[Baca: Trik Sukses Berburu Diskon Belanja Online dengan Kartu Kredit]

[Baca: 6 Wanita Ini Punya Gaya Hidup Sederhana Walau Sukses dan Berlimpah Materi]

[Baca: Anak Selalu Juara Kelas? Gak Jaminan Dia Pasti Sukses Lho]