4 Cara Mudah Mencari Nama Brand Bisnis Biar Mudah Dikenal Orang

Nama brand merupakan hal terpenting dalam bisnis. Pasalnya, komponen tersebut akan menggambarkan dan mewakilkan bisnis secara keseluruhan. Karena itu, pemberian nama tersebut tidak boleh dilakukan asal-asalan.

Meski begitu, menentukan sebuah nama untuk bisnis atau produk bukanlah perkara yang mudah. Nama juga bukanlah ajang keren-kerenan saja, tetapi melekat selama bisnis tersebut berjalan.

Nama yang bagus adalah yang bisa mewakilkan bisnis tersebut secara menyeluruh, mulai dari filosofi, visi, hingga misinya. Identitas bisnis akan mengakar kuat di nama tersebut yang oleh sebabnya sangat sulit untuk menentukan.

Banyak perusahaan-perusahaan ternama yang berhasil membuat branding di kalangan masyarakat. Sebut saja Sony yang meluncurkan perangkat game yang disebut Playstation.

Hingga kini, ketika orang-orang ingin bermain game konsol ya yang diingat cuma Playstation, bukan Xbox atau Nintendo yang justru kelewat usang.

Kemudian, ada air mineral kemasan dari Danone yaitu Aqua. Di balik nama Aqua telah tertanam dengan kuat identitas air mineral kemasan. Sehingga, kini beberapa orang menyebut air mineral dengan Aqua. Inilah keberhasilan yang dibangun sebuah nama.

Nah, agar bisnismu bisa se-ngetop Playstation atau Aqua, cobalah pertimbangkan masak-masak tentang untuk pemberian nama brand. Kalau masih bingung, berikut tips cara membuat nama brand yang benar:

1. Brainstorming mencari nama brand yang potensial

Nama brand
Brainstorming mencari nama brand yang potensial (Pixabay)

Sebelum menentukan segalanya, ada baiknya kamu lakukan brainstorming terlebih dahulu. Bisa dengan rekan bisnis atau orang terdekat untuk menambah ide-ide baru.

Pertama yang harus dilakukan tentu menjabarkan terlebih dahulu bisnis apa yang akan kamu jalani, apakah itu makanan, produk kecantikan, atau produk-produk kreatif lainnya seperti baju dan sepatu.

Tuliskan kata-kata kunci yang berkaitan dengan bisnismu, entah itu jenis bisnis, target sasaran, produk, hingga lokasi tempat kamu berada. Semakin banyak kata-kata maka akan semakin banyak referensi yang bisa kamu dapatkan.

Setelah menuliskan hal-hal tersebut coba untuk mencari sinonimnya. Intinya adalah mencari kata-kata yang berbeda, namun memiliki pemaknaan yang sama. Coba sebut saja dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Danone.

Danone memproduksi air mineral kemasan yang sangat terkenal yaitu Aqua. Kenapa diberi nama Aqua? Karena dalam bahasa latin sendiri Aqua artinya adalah air, sehingga nama tersebut memiliki keterkaitan dengan produk yang mereka jual.

Dengan cara seperti ini, kamu bisa menemukan nama yang bermakna dan keren.

Baca juga: 9 Brand Fashion Ini Termahal di Dunia, Louis Vuitton Teratas!

2. Tentukan jenis-jenis penamaan

nama brand
Tentukan jenis-jenis penamaan sebelum menentukan nama brand (Pixabay)

Seperti dikutip dari Tech in Asia, setidaknya ada tiga jenis penamaan untuk menentukan nama brand. Pertama ada Literal atau nama yang sesungguhnya, kedua ada Metaphoric atau perumpamaan, dan yang terakhir adalah Fanciful atau nama yang indah atau keren.

Dari ketiga tipe tersebut biasanya yang sangat tidak disarankan adalah tipe Fanciful, karena tipe ini tidak menggambarkan dan mendeskripsikan suatu produk.

Artinya, kalau kamu menggunakan penamaan jenis ini, maka perlu strategi marketing yang sangat kuat untuk mempromosikan produkmu.

Brand ternama yang menggunakan jenis ini sebut saja McDonalds, Nike, hingga Apple. Ketiga brand tersebut menggunakan nama yang sangat berlawanan dengan produk yang dijual.

Sementara nama Metaphoric adalah yang paling sering digunakan. Karena dengan teknik ini, nama tersebut telah mendeskripsikan produk yang dijual. Contohnya, Facebook, Air Jordan, Electronic Arts, Swatch.

Baca juga: Cowok Ini Pamer Naik Jet Pribadi Sampai Belanja Barang Branded, Ternyata Cuma Fake!

3. Mudah diucapkan dan dieja

Nama brand
Cari nama brand yang mudah diucapkan dan dieja (Pixabay)

Memberikan nama brand memang kreasi masing-masing orang. Tapi, bukan berarti mereka bisa sembarangan saja. Harus ada beberapa pertimbangan-pertimbangan yang dipikirkan agar nama tersebut juga bisa membawa dampak positif terhadap penjualan.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, nama haruslah mewakilkan identitas dari sebuah merek atau produk. Para pebisnis harus membuat brand yang dimiliki nama mudah diucapkan dan mudah dieja.

Semakin mudah diucapkan, maka semakin mudah pula untuk diingat para pelanggan. Coba sebut saja seperti Twitter dan Facebook, nama tersebut sangat mudah diucapkan bukan? Gak heran mereka bisa memperoleh ketenaran dengan waktu sangat cepat.

Di Indonesia, pengguna Facebook masuk ke dalam lima besar di dunia. Tapi tentu itu bukan soal nama saja, melainkan performa dan layanan yang diberikan Facebook juga sangat digandrungi.

Kemudian, jangan menggunakan nama yang terdengar atau memiliki makna negatif. Karena kata orang-orang nama adalah doa. Jadi kalau negatif, bisa jadi bisnis kamu malah gak berkembang nantinya.

4. Sebelum dirilis, lakukan pengetesan nama terlebih dahulu

nama brand
Sebelum nama brand dirilis, lakukan pengetesan nama terlebih dahulu (Pixabay)

Gak cuma saat beli motor dan mobil saja nih, saat hendak menentukan nama brand, kamu juga perlu melakukan pengetesan terlebih dahulu.

Seperti dikutip dari Marketingmo, ada beberapa hal yang harus kamu pastikan di dalam nama tersebut.

  • Mudah diucapkan dan terdengar jelas saat disebutkan di telepon
  • Terhindar dari salah sebut karena nama yang samar dengan brand lainnya
  • Tidak membingungkan alias mudah dieja
  • Mendeskripsikan identitas mereka
  • Ringkas

Kalau serangkaian tes tersebut sudah berhasil dilewati, jangan langsung menentukan. Minta pendapat orang-orang terdekat, bila menurut mereka bagus dan sangat mudah diucapkan, jangan ragu berkomitmen memakai nama itu sepanjang bisnismu berjalan.

Itulah empat cara yang bisa kamu lakukan untuk menentukan nama brand bisnismu. Satu hal lagi yang perlu diingat adalah, jangan terlalu meniru brand lain.

Meski pada kenyataannya kamu gak bakal meniru itu 100 persen, tapi pasti ada yang sama entah itu pengucapan atau penulisannya. Sebisa mungkin membuat identitas sendiri tanpa mencontoh orang lain, karena ini bisnismu.

Pasalnya, mencontoh brand-brand ternama juga gak menjamin produk atau merekmu bakal laku keras kok. Selamat mencoba! (Editor: Chaerunnisa)