4 Cara Menghadapi Bos yang Gak Bisa Lihat Kamu Santai Dikit

“Bil, tolong direvisi lagi ya laporannya. Saya tunggu jam 11, karena saya mau meeting sama komisaris siang ini,” kata Pak Peter ke Nabila yang baru saja tiba di kantor.

Nabila langsung membuka laptop dan memusatkan konsentrasinya untuk merevisi laporan tersebut. Waktu ngopi pagi pun terpaksa di-skip karena titah sang bos.

Sudah 30 menit berlalu, tapi Nabila masih sibuk merevisi laporan.

Pak Peter menghampiri mejanya, “Bil, sekalian saya minta dibuatkan rencana event bulan depan ya. Setengah jam lagi ya saya tunggu.”

Konsentrasi Nabila buyar seketika setelah mendengar request baru sang bos. Belum kelar revisi, sudah ditambahin lagi kerjaan baru, waktunya mepet pula.

cara meghadapi bos
Meski badan kamu kecil kering keronta misal, tapi kamu harus tunjukin kamu punya keberanian (berani / pulsk)

Nah, gimana sih cara menghadapi bos yang gak bisa lihat kamu santai dikit kayak gini? Mau protes, tapi dia bos. Mau diturutin terus, tapi jadinya makan hati.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi tipe bos kayak Pak Peter. Jangan sungkan untuk melakukan 4 hal ini demi produktivitas kamu ya.

 

1. Selalu inisiatif berikan update kerjaan setiap hari

Jalin komunikasi yang intensif dengan memberikan update pekerjaan setiap hari. Dengan melakukan ini, sang atasan paham tentang apa yang kamu kerjakan.

Lebih baik lagi kalau kamu sampaikan juga kendala-kendalanya. Jadi ia bisa memberi masukan atau malah membantumu. Pekerjaanmu pun jadi lebih efisien.

 

2. Berani berargumen dengan cara yang benar

Kalau memang beban pekerjaan kamu sedang banyak, sang bos wajib tahu. Dan kalau kamu diberikan deadline baru yang sulit dikerjakan, bicaralah dengannya.

cara menghadapi bos
sampaikan keluh kesahmu dengan cara yang bauk jangan sampe main teriak-teriakan kaya gini, yang ada malah ricuh (adu mulut / patheos)

Namun, bicara dengan atasan bukan hanya asal bicara ya. Sampaikan alasan mengapa kamu tidak bisa mengemban tugas baru ini. Jelaskan kondisimu yang masih punya banyak hal yang harus diselesaikan.

Jangan pula menjadi seorang “Yes Man” yang “iya-iya” saja saat diberikan tugas. Kalau kamu jadi “Yes Man”, kamu gak akan jadi orang yang produktif. Percaya deh.

 

3. Jangan terlalu defensif

Defensif yang dimaksud adalah mengutarakan sejuta alasan untuk menolak tugas baru yang diberikan bos. Untuk sesekali, demi produktivitas mungkin gak apa-apa. Tapi kalau tiap hari, tandanya kamu malas.

Bos yang banyak nuntut kayak tipe Pak Peter gini, justru makin menjadi-jadi kalau kamu ngeles terus. Di matanya, kamu adalah karyawan malas yang banyak alasan. Jadi, dia malah makin terpancing buat “nyiksa” kamu.

Coba ingat-ingat deh saat pertama kali kamu interview di perusahaan tempatmu bekerja sekarang. Apa yang kamu katakan di depan user atau HRD soal kesiapanmu dalam menghadapi pekerjaan?

Kamu pasti mengatakan siap untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh perusahaan kan? Bahkan sebagian dari kamu pasti menyatakan siap menghadapi tantangan. Ayo, buktikan kalau kamu gak omdo alios omong doang.

 

4. Belajar atur waktu dalam menyelesaikan pekerjaan

Tanpa disadari, ada hal positif juga yang bisa kamu petik dari bos yang gak bisa lihat kamu santai. Di satu sisi kamu mungkin lelah, tapi di sisi lain, hal itu bisa meningkatkan kemampuanmu juga lho.

cara menghadapi bos
coba mulai di atur dengan baik deh waktunya biar rapih kerjaanya (kerja / entrepreneur)

Selalu ingat kata Kelly Clarkson: “What doesn’t kill you makes you stronger!” Kalau kamu gak nyerah dalam situasi ini, kamu jadi makin kuat pastinya.

Gak ada salahnya untuk belajar mengatur waktu ketika bos men-challenge kamu dengan kerjaan sebanyak itu. Ketimbang kamu nyerah duluan. Bisa jadi, titah sang bos adalah ujian buatmu untuk promosi jabatan.

Buatlah jadwal bekerja setiap hari. Usahakan untuk menyelesaikan satu pekerjaan dalam waktu satu jam.

Gimana, udah gak bingung kan berinteraksi dengan bos yang seperti itu? Intinya, jangan  nge-down dan mendadak malas kalau si bos memberi banyak tugas.

Bersyukur saja, karena tandanya kamu memang dipercaya mengemban tanggung jawab besar. Namun kalau memang kamu belum sanggup menyelesaikan tugas itu, bicarakan secara profesional dengan atasan.

Semoga sukses ya!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Nih, 5 Kesalahan Bos yang Bikin Bawahan Resign]

[Baca: 5 Hal Gak Penting yang Harus Kamu Jauhin Biar Karir Makin Baik]

 

[Baca: Work Hard vs Work Smart, Pilih Mana]