3 Startup Lokal Indonesia Incaran Grab, Ini Daftarnya

CEO Grab, Anthony Tan, mengatakan, Grab baru saja mendapatkan aliran dana segar dari Softbank Vision Fund sebesar US$ 1,46 miliar atau setara Rp 20,56 triliun.

Khusus Indonesia, perseroan akan menggunakan dana segar untuk pengembangan startup lokal asal Indonesia dan layanan pesan antar makanan hingga pengiriman barang.

President Director Grab Indonesia, Ridzky Kramadibrata mengatakan, setidaknya ada tiga perusahaan rintisan asal Indonesia yang akan dikembangkan oleh Grab Indonesia.

Adapun pengembangan startup ini merupakan program bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif), yang bernama Grab Ventures Velocity.

“Ada 3 startup yang akan kita kembangkan di tahap 1, di bidang ticketing, jasa dan macam-macam di sektor jasa di mana ada jasa pemotongan rambut di sini,” kata Ridzki di Jakarta.

Ridzki mengatakan, adanya program Grab Ventures Velocity merupakan inisiatif dari perusahaan dalam mendukung dan mengembangkan potensi startup lokal yang ada di Indonesia.

“Apa yang kita butuhkan adalah kecepatan speeds. Mereka butuh speeds. Sehingga kita lakukan mentoring dan tutoring di bidang teknologi di mana kami memiliki talenta utama untuk bantu mereka,” katanya.

Akan tetapi, pihaknya belum berkenan untuk mengumumkan nama-nama dari startup tersebut.

Ekspansi Layanan GrabFood dan GrabExpress

Presiden Grab Ming Maa, mengatakan adanya dana dari investor juga akan digunakan oleh perseroan untuk mengembangkan layanan pesan antar makanan dan barang miliknya. Terlebih Indonesia merupakan salah satu pangsa terbesar perusahaan di Asia Tenggara.

“Grab akan menggunakan pendanaan ini untuk mempercepat perluasan GrabFood, GrabExpress serta menjalankan bisnis layanan baru di Indonesia,” ujarnya.

Tercatat, untuk GrabFood sendiri dari awal hanya beroperad di 13 kota saja, dan saat ini sudah mencapai 178 kota di seluruh Indonesia.

“Saat ini tidak kurang dari lima juta wirausahawan skala mikro berjualan lewat GrabFood,” kata Anthony.

Tiga Strategi Utama

Kedepan, perusahaan juga akan memacu pertumbuhan bisnisnya dengan tiga strategi utama yang akan dijalankan.

Pertama, melalui pengembangan UMKM. Kedua, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi. Ketiga, secara mendorong pengembangan perusahaan rintisan atau startup di Indonesia.

“Kami juga bekerja sama dengan Kementerian Periwisata. Kita bantu wirausahawan di destinasi wisata untuk ikut bisa mengembangkan industri pariwisata seperti keinginan pemerintah Indonesia,” jelasnya.

Ekspansi tersebut juga gak terlepas dari persaingannya dengan Go-Jek yang kian ekspansif. Grab yang baru saja dinobatkan sebagai startup decacorn tentu akan semakin ekspansif dan kompetitif dengan adanya pendanaan ini.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah