3 Investasi Jangka Pendek Buat yang Bergaji di Bawah Rp 4 Juta

Investasi jangka pendek itu bisa dilakukan semua orang, termasuk kamu yang kebetulan sekarang masih digaji Rp 4 jutaan per bulan. Kalau kamu emang mau uang tambahan, gak ada salahnya kok buat coba hal ini.

Perputaran uang di investasi jangka pendek biasanya juga cepat. Jadi kalau kamu udah kira-kira bakal butuh uang banyak satu atau dua tahun lagi, pilihan ini pas banget buat kamu coba. Apalagi modal yang dibutuhkan cuma 10 persen aja dari total gajimu.

Gimana, tertarik gak? Langsung aja deh disimak.

[Baca: 15 Produk Investasi Reksadana Pendapatan Tetap di Bawah Rp 100 Ribu]

1. P2P Lending

Investasi jangka pendek itu bisa dilakukan semua orang, termasuk kamu yang kebetulan sekarang masih digaji Rp 4 jutaan per bulan. Kalau kamu emang mau uang tambahan, gak ada salahnya kok buat coba hal ini. Perputaran uang di investasi jangka pendek biasanya juga cepat. Jadi kalau kamu udah kira-kira bakal butuh uang banyak satu atau dua tahun lagi, pilihan ini pas banget buat kamu coba. Apalagi modal yang dibutuhkan cuma 10 persen aja dari total gajimu. Gimana, tertarik gak? Langsung aja deh disimak. [Baca: 15 Produk Investasi Reksadana Pendapatan Tetap di Bawah Rp 100 Ribu] 1. P2P Lending Investasi yang satu ini memungkinkan semua orang untuk memberikan atau mengajukan pinjaman satu sama lain tanpa menggunakan jasa dari bank sebagai perantara. Semuanya diwadahi oleh perusahaan yang khusus bergerak di bidang itu. Yang meminjam dana umumnya adalah para pengusaha mikro. Sedangkan yang meminjamkan dana tentu kita sebagai investor. Minimum investasi buat produk yang satu ini cukup beragam. Tapi buat yang gajinya di bawah Rp 4 juta, lebih disarankan buat berinvestasi di KoinWorks dan Gandeng Tangan aja karena setoran awal di dua perusahaan itu gak besar. Gimana soal returns-nya? Nah itu kembali lagi sama gimana yang dijanjikan perusahaan yang bersangkutan. Coba deh buat melihat informasi lengkapnya di situs mereka. 2. Reksadana Reksadana kini juga banyak dipilih orang buat investasi jangka pendek. Selain jelas menguntungkan, reksadana juga jenis investasi yang mudah karena dikelola oleh manajer investasi. Kamu cuma perlu menyetor dana dan perusahaan manajer investasi yang bakal bertanggung jawab mengelolanya buat mendapatkan return setinggi mungkin. Manajer investasi juga bertugas mencari instrumen reksadana yang menguntungkan. Salah satu reksadana yang memiliki risiko paling rendah adalah reksadana pasar uang. Kenapa begitu? Karena reksadana pasar uang juga punya deposito berjangka dan obligasi jatuh tempo di bawah satu tahun. Bisa dibilang ini paling aman ketimbang yang lain. Kamu juga perlu tahu kalau untuk investasi di sini gak perlu modal sampai jutaan. Ada lho manajer investasi yang memperbolehkan orang mulai berinvestasi hanya dengan modal ratusan ribu aja. Menarik, kan? [Baca: 10 Reksadana Pasar Uang Terbaik 2017 dengan Return di Atas Deposito] 3. Saham Waduh, kok saham? Bukannya itu ribet? Terus butuh modal gede dan bagusan buat jangka panjang? Gak juga kok, saham bisa jadi investasi jangka pendek juga. Buat membeli saham, kamu bisa memulainya dengan membeli satu lot atau 100 lembar aja. Nah harga saham per lembar itu beragam ya, ada yang cuma Rp 80 perak dan ada juga yang sampai Rp 15 ribuan. Yang perlu kamu perhatikan untuk memulai ini adalah waktu beli dan waktu jual. Semua gak boleh asal-asalan. Soalnya, naik turunnya saham susah diprediksi. Contoh aja, kamu beli saham pada 14 Maret 2018 di angka Rp 88 perak per lembar. Sedangkan besoknya dibuka di harga Rp 75. Gak nutup kemungkinan lusa atau besok ada di Rp 100 atau malah anjlok jadi Rp 50. Karena itu, investasi ini emang risikonya cukup tinggi. Kalau kamu masih awam soal investasi, ya lebih baik pilih tiga investasi di atas dulu aja. Tapi kalau emang udah paham dan siap dengan risikonya, saham tentunya jadi yang paling menguntungkan. Makanya penting banget buat rajin-rajin baca berita biar tahu perusahaan mana yang nilai sahamnya bakal menguat beberapa wakjtu ke depan. Investasi jangka pendek mana yang jadi pilihanmu? Itulah tiga jenis investasi jangka pendek yang bisa kamu manfaatkan buat menambah pundi-pundi uangmu dalam jangka waktu pendek. Kira-kira ada gak yang bikin kamu tertarik? Atau kamu malah udah menjalankannya? Ya intinya, jangan takut buat mulai investasi jangka pendek. Siapa tahu kalau ke depan kamu bakal untung besar, kan?
P2P lending lewat perusahaan Fintech (Kontan)

Investasi yang satu ini memungkinkan semua orang untuk memberikan atau mengajukan pinjaman satu sama lain tanpa menggunakan jasa dari bank sebagai perantara. Semuanya diwadahi oleh perusahaan yang khusus bergerak di bidang itu.

Yang meminjam dana umumnya adalah para pengusaha mikro. Sedangkan yang meminjamkan dana tentu kita sebagai investor.

Minimum investasi buat produk yang satu ini cukup beragam. Tapi buat yang gajinya di bawah Rp 4 juta, lebih disarankan buat berinvestasi di KoinWorks dan Gandeng Tangan aja karena setoran awal di dua perusahaan itu gak besar.

Gimana soal returns-nya? Nah itu kembali lagi sama gimana yang dijanjikan perusahaan yang bersangkutan. Coba deh buat melihat informasi lengkapnya di situs mereka.

2. Reksadana

investasi jangka pendek
Reksadana (Liputan 6)

Reksadana kini juga banyak dipilih orang buat investasi jangka pendek. Selain jelas menguntungkan, reksadana juga jenis investasi yang mudah karena dikelola oleh manajer investasi. Kamu cuma perlu menyetor dana dan perusahaan manajer investasi yang bakal bertanggung jawab mengelolanya buat mendapatkan return setinggi mungkin.

Manajer investasi juga bertugas mencari instrumen reksadana yang menguntungkan. Salah satu reksadana yang memiliki risiko paling rendah adalah reksadana pasar uang. Kenapa begitu? Karena reksadana pasar uang juga punya deposito berjangka dan obligasi jatuh tempo di bawah satu tahun. Bisa dibilang ini paling aman ketimbang yang lain.

Kamu juga perlu tahu kalau untuk investasi di sini gak perlu modal sampai jutaan. Ada lho manajer investasi yang memperbolehkan orang mulai berinvestasi hanya dengan modal ratusan ribu aja. Menarik, kan?

[Baca: 10 Reksadana Pasar Uang Terbaik 2017 dengan Return di Atas Deposito]

3. Saham

investasi jangka pendek
Saham (Liputan 6)

Waduh, kok saham? Bukannya itu ribet? Terus butuh modal gede dan bagusan buat jangka panjang? Gak juga kok, saham bisa jadi investasi jangka pendek juga.

Buat membeli saham, kamu bisa memulainya dengan membeli satu lot atau 100 lembar aja. Nah harga saham per lembar itu beragam ya, ada yang cuma Rp 80 perak dan ada juga yang sampai Rp 15 ribuan.

Yang perlu kamu perhatikan untuk memulai ini adalah waktu beli dan waktu jual. Semua gak boleh asal-asalan. Soalnya, naik turunnya saham susah diprediksi.

Contoh aja, kamu beli saham pada 29 Maret 2018 di angka Rp 88 perak per lembar. Sedangkan besoknya dibuka di harga Rp 75. Gak nutup kemungkinan lusa atau besok ada di Rp 100 atau malah anjlok jadi Rp 50.

Karena itu, investasi ini emang risikonya cukup tinggi. Kalau kamu masih awam soal investasi, ya lebih baik pilih tiga investasi di atas dulu aja. Tapi kalau emang udah paham dan siap dengan risikonya, saham tentunya jadi yang paling menguntungkan.

Makanya penting banget buat rajin-rajin baca berita biar tahu perusahaan mana yang nilai sahamnya bakal menguat beberapa wakjtu ke depan.

Investasi jangka pendek mana yang jadi pilihanmu?

Itulah tiga jenis investasi jangka pendek yang bisa kamu manfaatkan buat menambah pundi-pundi uangmu dalam jangka waktu pendek. Kira-kira ada gak yang bikin kamu tertarik? Atau kamu malah udah menjalankannya?

Ya intinya, jangan takut buat mulai investasi jangka pendek. Siapa tahu kalau ke depan kamu bakal untung besar, kan?