21 Tahun Berlalu, Indonesia Masih Tanggung Utang Krisis 1998

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan jika Indonesi masih harus membayar dan menanggung beban utang peninggalan krisis 1998. Ditemui dalam gelaran pertemuan industri jasa keuangan di Jakarta, dirinya miris meliha hal itu.

JK yang turut hadir acara tersebut didampingi oleh Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, hingga Menteri Kabinet Kerja.

Dalam sambutannya, JK mengatakan, industri keuangan nasional telah banyak melewati berbagai peristiwa, salah satunya adalah krisis moneter yang terjadi pada 1997-1998 lalu.

Bahkan, kata JK hingga saat ini Indonesia masih harus menanggung dan membayar bunga utang yang diambil sejak krisis keuangan pada masa itu.

“Tahun 1997-1998 kita alami krisis moneter dan perbankan yang akibatnya sampai sekarang masih kita harus jalani. Kita harus selalu membayar bunga dan tentu mencicil akibat krisis tahun itu,” ungkap JK.

Akan tetapi, peristiwa kelam masa lalu tersebut, menjadi penting dan berharga bagi Indonesia. Sebab peristiwa tersebut akan menjadi pengalaman bagi pemerintah dan juga otoritas dalam menjaga sistem keuangan nasional yang lebih baik kedepannya.

“Pengalaman adalah guru yang terbaik karena itulah hal-hal yang telah kita alami selama ini akan jadi pelajaran dan juga perbaikan,” ujar Wakil Presiden.

Gak lupa, dirinya patut bersyukur Indonesia bisa melewati tahun 2018 yang penuh tantangan dari sisi ekonomi. Sebab berbagai faktor ekonomi global sedang dalam ketidakpastian.

JK Optimis 2019 Ekonomi Lebih Baik

jusuf kalla

Dirinya mengaku optimis, tahun 2019 ini sistem keuangan serta perekonomian nasional akn semakin baik dan kuat menopang pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Menurut JK, pertumbuhan ekonomi akan tetap berada di level 5 persen dengan tingkat inflasi di bawah 3,5 persen. Kemudian pertumbuhan kredit pada tahun 2018 serta kinerja industri jasa keuangan masih dalam level baik.

“Kita optimis untuk menghadapi tahun 2019 ini, walau tahun 2019 tetap mempunyai tantangan, baik dari eksternal juga dari internal. Tapi tentu dengan kebersamaan kita di sini saudara sekalian dari industri keuangan kita akan hadapi tahun ini dan juga tahun depan dengan kerja keras dan kebersamaan,” tegas JK.

Dirinya juga mengatakan kedepan siapa yang membuat krisis (lembaga keuangan), dia yang harus bertanggung jawab. Sehingga gak ada lagi kejadian seperti 1998 terulang. Untuk itu, Ia meminta semua pihak berkolaborasi menjadi lebih baik.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah