12 Sifat Boros yang Harus Dihindari Agar Lebih Hemat

Finansialku

Gaya hidup yang berlebih dan cenderung gak prihatin sejak kecil bukan gak mungkin membuat kita jadi pribadi yang boros saat dewasa. Akibatnya, walau sudah bekerja lembur setiap hari, tetap saja gak punya tabungan. Bahkan gaji seringkali habis sebelum waktunya.

Merasa ngalamin hal yang sama? Tandanya ada yang gak beres sama cara kamu mengelola keuangan.

Berikut ini 12 sifat boros yang secara gak sadar kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan berdampak kepada keuangan yang gak sehat.

1. Mudah terpengaruh orang lain

Sering makan siang bersama teman-teman kantor di restoran mewah? Atau mungkin sering pergi karaoke setiap minggu bersama teman meski gak suka? Nah, mungkin ini salah satu penyebab keuangan kita gak terkendali.

Sebaiknya jangan biarkan lingkungan sekitar mengatur keuangan kita. Bergayalah sesuai dengan penghasilan kita tanpa terpengaruh oleh tekanan sosial.

2. Lupa membandingkan harga

Membandingkan harga dapat berpengaruh terhadap pengeluaran lho! Contohnya, bandingkanlah harga bahan makanan sehari-hari, seperti beras atau susu. Perbedaan kecil dapat berpengaruh karena kita rutin membelinya.

agar lebih hemat
Jangan kelamaan pak lihat harganya, nanti toko keburu tutup deh hehehe (Laki-laki Berbelanja / trainingpemasaransurabaya)

Selain itu, lakukan juga perbandingan harga pada hal-hal besar, seperti saat membeli motor, bandingkan harga dari beberapa dealer dan pertimbangkan juga alternatif pembayarannya.

3. Membayar lebih dari seharusnya

Biaya kebutuhan hidup sehari-hari merupakan salah satu biaya bulanan yang terbesar. Cari deh alternatif yang bisa dilakukan demi menghemat sedikit uang. Sebagai contoh, terkadang beberapa barang akan dijual lebih murah jika kita membeli dalam jumlah besar, misalnya tissue. Hindari membeli dalam kemasan kecil secara berulang.

4. Gak membeli barang dalam jumlah besar (stok)

Membeli barang dalam jumlah besar dapat menguntungkan, terutama barang yang gak mudah rusak. Jika kita melihat produk dengan potongan harga dalam jangka waktu tertentu, belilah dalam jumlah lebih banyak dari yang kita butuhkan, sehingga kita sudah memiliki stok barang untuk beberapa bulan ke depan.

Hal ini sering dilakukan oleh seseorang dengan gaya hidup hemat dan memang terbukti menguntungkan karena secara gak langsung telah berhemat untuk jangka panjang.

5. Menyia-nyiakan makanan

Kebiasaan menyia-nyiakan makanan adalah sebuah masalah besar. Sebagai contoh, jika kita membuang makanan sisa yang gak habis, atau melupakan bahan makanan di freezer hingga rusak sehingga harus dibuang.

Ubah kebiasaan tersebut dengan menyimpan makanan sisa untuk keesokan harinya, atau belilah dengan porsi kecil, atau mungkin berbagi dengan teman. Tips lainnya adalah membuat list makanan dalam kulkas berikut tanggal kadaluarsanya, sehingga kita gak akan lupa mengonsumsinya sebelum rusak.

agar lebih hemat
Aduh, sayang kan kalau makanan terbuang percuma (Makanan Kadaluarsa / poskotanews)

6. Membayar sesuatu yang gak digunakan

Kecanggihan Internet memang makin membuai ya. Manfaatnya juga banyak. Gak perlu keluar rumah, yang penting ada jaringan Internet di rumah dan semua hal bisa dilakukan. Tapi bagi yang sibuk di luar rumah, jaringan Internet di rumah mungkin hanya digunakan saat libur.

Ujung-ujungnya sayang dong malah hanya jadi pemborosan, apalagi kalau paket yang dibayar adalah untuk sebulan penuh.

7. Membeli yang termurah

Membeli alat elektronik termurah namun harus terus membayar biaya reparasi atau menggantinya setahun sekali akan jauh lebih boros daripada membeli produk dengan kualitas baik yang dapat tahan hingga 10 tahun. Ingatlah bahwa murah gak selalu baik, kualitas juga penting.

8. Mengubah sesuatu yang spesial menjadi kebiasaan sehari-hari

Kebiasaan membeli perhiasan pada saat berulang tahun atau menikmati spa saat memperoleh bonus mungkin rasanya biasa. Namun jika kita membiasakannya, maka makna spesialnya akan hilang dan menguras kantong. Misalnya, menikmati spa dengan frekuensi yang sering. Jadikan momen spesial tetap berkesan dan amankanlah dompet.

9. Membeli barang pelengkap

Ada lagi nih, kebiasaan membeli barang yang hanya menjadi pelengkap, barang tersebut sebenarnya gak dibutuhkan. Salah satu contohnya adalah saat kita membeli sebuah tas dan menjadikannya alasan untuk membeli pakaian baru, sepatu baru, dan perhiasan baru yang senada dengan tas tersebut.

Kebiasaan ini sangat berbahaya karena dapat menjadi alasan untuk hidup boros. Jika kita merasa terbiasa melakukannya, hentikan segera agar dapat mulai berhemat.

10. Gak menentukan prioritas

Kita bekerja dengan beberapa tujuan, misalnya buat bisa nyicil rumah, membeli kendaraan bermotor, hingga membeli gadget terbaru. Namun sebaiknya tentukan prioritas kita dari yang terpenting. Dengan begitu, kita akan fokus pada tujuan bekerja, dan gak menghambur-hamburkan penghasilan untuk membeli sesuatu yang sebenarnya gak dibutuhkan.

agar lebih hemat
Hmmm…mau beli apa lagi ya? Duh mbaksis, itu lapar mata aja kali! (Belanja Konsumtif / femina)

11. Membanding-bandingkan diri dengan orang lain

Jangan pernah berpikir bahwa kita baru sukses jika melihat kegagalan orang lain. Dengan berpikir demikian, kita akan mencari cara untuk mengambil keuntungan dari orang lain dan fokus pada kegagalan orang lain daripada kesuksesan sendiri. Carilah bentuk kerja sama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak dan hindari merugikan orang lain hanya demi keuntungan kita.

12. Gak mengembangkan diri

Kunci kesuksesan diri kita ya kita sendiri, sehingga penting untuk menjaga dan mengembangkan diri baik dari segi kesehatan, kemampuan, hingga keterampilan. Sediakanlah waktu untuk memperbaiki diri menjadi seseorang yang lebih baik sehingga kita dapat mencapai tujuan finansial kita.

Ingat ya, berhemat merupakan suatu kebiasaan yang baik, namun berhemat bukan berarti mengorbankan segala hal yang penting dalam hidup kita. Jangan kelewat berhemat hingga mengorbankan kebahagiaan kita.

Coba deh hilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk secara perlahan dan bertahap. Lama-kelamaan kita akan terbiasa hidup hemat tanpa harus merasa menderita bahkan tetap happy!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 2017 Masih Aja Boros Coba Atur Keuangan Kamu Lewat 4 Cara Ini]

[Baca: Rasa Bosan Jangan Jadi Kambing Hitam Pemborosan]

[Baca: Analisa Keuangan Kita Mulai Sekarang Biar Gak Ada Penyesalan]