10 Aksi Kecil, Tapi Realistis, dalam Mengatasi Kenaikan Harga

Hidup makin dituntut kreatif nih setelah harga-harga kebutuhan pada naik. Elpiji naik, BBM ikutan, terus tarif dasar listrik (TDL) enggak mau kalah. Padahal tiga hal itu komponen utama rumah tangga. Jadi tak mengherankan lagi kalau hampir semua barang-barang pada naik. Eh, sayangnya gaji tetap.

 

 Pastinya kita enggak punya kuasa mengatasi kenaikan harga. Soalnya sudah otomatis harga-harga bakalan ikutan terkerek kalau listrik, BBM, dan elpiji naik. Alasan pedagang sangat klise dan seragam. ”Kan BBM naik, ongkos juga ikutan naik.”

 

Lalu apa yang bisa kita lakukan di saat pendapatan tetap? Yuk, coba dibedah satu-satu.

 

  •  Ubah gaya hidup

 Ayo coba review lagi gaya hidup kita saat ini. Seringkah nonton di bioskop? Kongkow-kongkow di mal? Atau rutin tiap weekend mesti keluar rumah?

 

Ya sementara ini frekuensinya bisa dikurangi dulu sehingga pos pengeluarannya bisa dialokasikan ke yang lain. Atau sebagai alternatif cari tempat yang lebih murah. Hanya, jangan sampai perubahan gaya hidup menurunkan kualitas hidup.

 

  • Cerdik berbelanja

Pintar memilih produk jadi penting di sini. Misalnya saja saat belanja grocery. Pilihlah produk dari merek alternatif dengan banderol yang lebih murah tapi tetap punya komposisi yang sama.

 

Selain itu, survei harga di lokasi mana yang banderolnya lebih murah untuk suatu produk. Apakah di supermarket atau minimarket.

 

Satu lagi, memang tak ada salahnya menyetok bahan-bahan yang awet sehingga tak perlu pergi ke pasar tiap hari. Tapi ini harus mulai dilakukan dengan hati-hati, karena bisa saja stok malah jadi mubazir. Perhitungkan dengan seksama yang mana yang bisa disetok, yang mana yang lebih baik untuk dibeli secara ketengan.

 

  • Minimalisir penggunaan kendaraan

Silakan hitung berapa duit yang digunakan untuk beli BBM? Kalau memungkinkan, mulailah mengurangi penggunaan kendaraan. Ini sama saja menekan pengeluaran untuk BBM, bukan?

 

Contoh nyatanya dengan mengurangi penggunaan kendaraan setiap hari di jam-jam macet. Ketika ada keperluan, sebaiknya dilakukan sekaligus seperti ke bank, belanja, dan lain sebagainya.

 

  • Bawa uang secukupnya

Mulai membiasakan kemana-mana dengan dompet yang lebih ‘tipis’. Sedikitnya uang setidaknya dapat membantu untuk tak tergoda beli ini dan itu yang sesungguhnya tak diperlukan. Lebih afdol lagi kalau tak perlu bawa kartu kredit. Kartu debit mungkin perlu tetap dibawa, tapi hanya untuk urusan yang sangat darurat saja.

 

  •  Tarik tunai di ATM secara gradual

Mulailah menarik uang di ATM dengan mengkalkulasi besaran kebutuhan. Misalnya ke ATM cukup sepekan sekali. Setidaknya langkah ini bisa menekan kebiasaan buruk di mana berapapun uang yang diambil dari ATM, sebanyak itu pula yang harus dihabiskan.

 

  • Muliakan uang receh

Mungkin uang receh sebesar Rp 500, Rp 1.000, Rp 2000, tak begitu berarti. Betul, jika uang itu cukup ada sekeping dua keping tak ada artinya.

 

Beda kasus kalau terkumpul banyak. Meski nilainya kecil, recehan tetaplah uang. Ketika mendapatkan uang receh, segera himpun di celengan atau tempat khusus lainnya.

 

  • Kerja sambilan

Langkah mengatasi membengkaknya pengeluaran paling simpel adalah memperbesar pendapatan. Caranya bisa dengan mencari kerja sambilan di waktu luang.

 

Mulailah cari-cari info dari kerabat maupun teman apakah ada yang bisa digarap di waktu luang. Apalagi saat ini banyak tawaran kerja online yang dibayar per jam atau per proyek.

 

  • Komersialkan barang bekas

Inget iklan situs jual beli di televisi yang bilang,’Yakin tak ada barang yang bisa dijual?’ Silakan tanya pada diri sendiri apakah ada barang-barang yang tak terpakai lagi tapi masih bernilai.

 

Daripada disimpan dan berdebu, lebih baik dijual saja. Manfaatkan situs jual beli seperti OXL.co.id untuk menjajakan barang-barang bekas itu. Kita bisa saja terkaget-kaget dengan nilai semua barang bekas yang dimiliki.

 

  • Makan dulu sebelum pergi

Kesannya sepele ya, tapi cara ini bisa membuat kita malas jajan di luar. Dengan perut kenyang, maka hasrat melangkah ke restoran fastfood, seafood, atau food-food lainnya jadi turun.

 

Terus ada yang penting lagi, perut kenyang itu menurunkan hasrat berbelanja juga. Entah sugesti atau bukan, faktanya perut lapar bikin kita gelap mata saat berbelanja.

 

  • Berbohong pada diri sendiri

 Buat kasus ini, bohong boleh lho! Maksudnya mengelabui diri sendiri kalau kita lagi bokek sehingga bisa bantu mengerem kebiasaan konsumtif. Pas lagi punya uang, buruan ambil keputusan pura-pura lagi enggak punya.

 


 

10 poin di atas sepertinya hal-hal kecil yang tak terlalu berpengaruh terhadap sadisnya kenaikan harga belakangan ini. Tapi setidaknya langkah-langkah itu realistis dan bisa diterapkan. Dan mungkin bisa membantu survival tanpa harus mengurangi kualitas hidup.